Diperiksa KPK, Ini Jawaban Plt Direktur Utama PT PLN

Penyidik KPK mulai memanggil satu persatu pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Diperiksa KPK, Ini Jawaban Plt Direktur Utama PT PLN
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Plt Direktur Utama PT PLN Muhamad Ali 

TRIBUNBATAM.id - Penyidikan kasus suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Riau-1 terus didalami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penyidik KPK mulai memanggil satu persatu pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Pada hari ini, tim penyidik mengonfirmasi Plt Direktur Utama PT PLN Muhamad Ali. Dia diperiksa kapasitasnya sebagai Direktur Human Capital Management PLN.

 Ali diperiksa tim penyidik komisi antirasuah sebagai saksi untuk tersangka Sofyan Basir, Direktur Utama PT PLN nonaktif.

"Terkait tentang peranan human capital, direktur human capital terhadap hal-hal yang dimintai keterangan sehubungan dengan status Pak Sofyan," kata Ali di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019).

"Memang sejauh apa peranannya? Ada kaitan dengan PLTU ini?" tanya wartawan.

"Kaitannya kita kan sebagai direktur human capital menyiapkan apabila RUPTL-nya sudah selesai. Kita kan menyiapkan organisasinya dan SDM. SDM-nya baik dari segi jumlah maupun dari segi kompetensi," ucap Ali sebelum meninggalkan Gedung KPK.

Dalam perkara proyek PLTU Riau-1 yang menelan biaya USD 900 juta ini, KPK sudah menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka ke empat menyusul pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

Sofyan diduga menerima janji fee proyek dengan nilai yang sama dengan Eni Saragih dan Idrus Marham dari seorang pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Kotjo.

KPK menduga Sofyan Basir berperan aktif memerintahkan seorang direktur di PLN untuk segera merealisasikan power purchase agreement (PPA) antara PT PLN, Blackgold Natural Resources Ltd dan investor China Huadian Engineering Co. Ltd. (CHEC). 

Tak hanya itu, Sofyan juga diduga meminta seorang direkturnya untuk berhubungan langsung dengan Eni Saragih dan Johannes Kotjo.

KPK juga menyangka Sofyan meminta direktur di PLN tersebut untuk memonitor terkait proyek tersebut lantaran ada keluhan dari Kotjo tentang lamanya penentuan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Begini Penjelasan Plt Direktur Utama PLN Usai Diperiksa KPK Terkait Korupsi PLTU Riau-1, 

Editor: Thom Limahekin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved