Masih Ingat Kasus Audrey, Alih-alih Berdamai, Kasusnya Malah Kembali Memanas, Ini Penyebabnya

Alih-alih ingin berdamai, kasus antara Audrey dan pelajar SMA tersebut malah kembali memanas.

Masih Ingat Kasus Audrey, Alih-alih Berdamai, Kasusnya Malah Kembali Memanas, Ini Penyebabnya
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
BREAKING NEWS - Sempat Damai, Kasus Audrey Pontianak Kembali Memanas dan Masuk Persidangan 

TRIBUNBATAM.id - Masih ingat akan Audrey, siswi SMP di Pontianak, terduga pengeroyokan yang dilakukan oleh kelompok pelajar tingkat SMA yang berasal dari berbagai SMA di Kota Pontianak pada Jumat (29/3/2019)?

Alih-alih ingin berdamai, kasus antara Audrey dan pelajar SMA tersebut malah kembali memanas.

Kedua belah pihak, baik Audrey maupun tiga orang pelaku yang merupakan pelajar SMA ini, harus kembali berhadapan dengan hukum.

Pernyataan damai pernah dilontarkan kedua belah pihak pada 23 Mei 2019 yang mencakup beberapa point kesepakatan.

Proses damai tersebut rencananya akan dikuatkan dengan penandatangan kesepakatan diversi di Pengadilan Negeri Pontianak.

Namum saat di hari H, ternyata kedua belak pihak malah kembali tidak sepakat dan akhirnya tahap diversi di pengadilan menemui jalan buntu sehingga perkara ini pun berlanjut pada proses persidangan.

Atta Halilintar Buat Rosiana Kesal, Dia Pun Kena Semprot

Beredar Nama Calon Menteri Kabinet Jokowi-Maruf, Ada Grace Natalie, AHY hingga Sandiaga Uno

Kunjungi Ahmad Dhani di Rutan, El Tak Bawa Kado Buat Ayahnya, Ini Alasannya

Lomba Lampu Colok Meriahkan Bulan Suci Ramadan. Peserta Akan Tampilkan Motif Berbeda

Komisioner KPAID Kalimantan Barat Alik R Rosyad mengungkapkan sebenarnya di tanggal 14 Mei para pihak sepakat ada perdamaian dengan permintaan dari keluarga korban dengan beberapa point yakni.

1. Permintaaan maaf keluarga pelaku di 4 media cetak dan 4 media elektronik selama 3 hari berturut - turut.

2. Keluarga pelaku mendatangi keluarga korban untuk bersilaturahim.

3. Pemantauan program Pelayanan Masyarakat di Bapas.

"Seperti kita ketahui pada proses diversi kemarin tanggal 23 Mei 2019, keluarga anak pelaku menyatakan ketidaksanggupan untuk permintaan maaf di media seperti yang diinginkan keluarga korban karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi tuntutan tersebut. Selain itu, dalam proses diversi kemarin keluarga korban juga menambahkan permintaan penggantian biaya pengobatan RS," ungkap Alik saat di konfirmasi Tribun, Senin (27/5/2019)

Halaman
1234
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved