Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, Bung Sjahrir, Simak Sejarah Kata 'Bung' pada Panggilan Tokoh
"Sejak itu untuk pertama kalinya telah lahir sapaan baru untuk pemimpinnya. Soekarno membiarkan dirinya disapa dengan Bung Karno," tulis Her Suganda.
TRIBUNBATAM.id - Nama Soekarno merupakan nama yang besar, ia berjasa memproklamasikan Indonesia.
Tak hanya itu, banyak sejarah yang mewarnai Soekarno.
Termasuk, bagaimana Soekarno memulai perjuangannya di Bandung.
Ya, di kota yang berjuluk Parisj van Java inilah, Soekarno memulai pergerakan politiknya.
Di Bandung juga lah nama "Bung Karno" rupanya pertama kali disematkan pada Soekarno.
• Sempat Viral, Begini Nasib Anggota TNI yang Pensiun Dini & Peringatkan Komandannya
• Cerita Korban Pembakaran 87 Rumah di Buton : Rumahku Dibakar Di Depan Mata, Kami Mau Kemana Lagi?
• Nyaris Tak Dikenali, Aktris Jang Hye Jin Rela Gendutkan Badan demi Film Parasite
Menurut buku karya Her Suganda berjudul "Jejak Soekarno di Bandung" terbitan Kompas, Soekarno memimpin Perserikatan Nasional Indonesia di kota kembang.
Perserikatan yang merupakan cikal bakal Partai Nasional Indonesia (PNI) itu dipimpin oleh Soekarno pertama kali pada 27 Juli 1927.
Di paviliun rumah tinggal Soekarno-Inggit lah pertemuan pengurus pertama PNI digelar.
Runah itu terletak di Regentweg nomor 22.
• Seorang Ibu Hamil Nyaris Melahirkan di Lokasi Open House Keluarga Jusuf Kalla
• Emak Emak di Pasar Botania Batam Enggak Cerewet Lagi, Harga Santan dan Sayuran Kini Turun Harga
"Pada hari lain, aku dibawa oleh suamiku ke rumah di Regentweg 22, tempat tinggal bersama beberapa teman seperjuangan. Kami berkumpul di pavilyunnya," ujar Inggit Garnasih, dikutip dari buku karya Ramadhan K.H berjudul "Kuantar ke Gerbang-Kisah Cinta Ibu Inggit Garnasih dengan Bung Karno" terbitan Sinar Harapan.
Singkat cerita, Perserikatan Nasional Indonesia semakin besar.
Masih menurut Her Suganda, pergerakan perserikatan itu makin jelas di bawah kepemimpinan Soekarno.
Perserikatan Nasional Indonesia pun berubah jadi Partai Nasional Indonesia atau PNI dalam kongresnya yang pertama di Indonesia pada 27-30 Mei 1928.
"Soekarno hampir tidak menyisihkan waktu lagi untuk kegiatan lain, kecuali melakukan kampanye. Apalagi, setelah terbentuknya PNI cabang Bandung dan cabang-cabang lainnya. Selain sebagai Ketua Pengurus Besar, Soekarno merangkap menjadi Ketua Cabang Bandung," tulis Her Suganda.
PNI cabang Bandung diresmikan di Bioskop Elita.
Bioskop itu terletak di sebelah timur alun-alun.
Sejak itulah pergerakan PNI sebagai partai di Bandung semakin gencar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/soekarno.jpg)