Mantan Pemimpin Kudeta Ini Terpilih Jadi Perdana Menteri Thailand
Keberhasilan Chan-o-cha dikarenakan dukungan 250 senat yang dipilih sendiri dan pengaruh swing voter
TRIBUNBATAM.id - Anda tahu arti apa itu kudeta?
Kudeta berarti sebuah tindakan pembalikan kekuasaan terhadap seseorang yang berwenang dengan cara ilegal.
Biasanya kudeta dilakukan seseorang kepada pemimpin. Pimpinan negara atau pemerintahan.
Namun bagaimana jika seorang yang pernah melakukan kudeta menjadi perdana menteri?
Mungkin terdengar aneh. Namun itulah yang terjadi di Thailand.
• Download Lagu NCT Dream dan HRVY Dont Need Your Love di Android dan iPhone Lengkap dengan Lirik
• Ramalan Zodiak Besok Sabtu 8 Juni 2019, Taurus Optimis, Gemini Ada Rezeki Tak Terduga
• HP SMARTPHONE TERBARU 2019, Nokia 2.2 Siap Dirilis, Ini Bocoran Spesifikasi Ponsel Murah Dari Nokia
• HAPE BARU 2019 - Realme 3 Pro Vs Samsung A50, Segini Harga dan Cek Spesifikasi Lengkapnya
Dilansir dari kompas.com pada Jumat (7/6/2019), eks pemimpin militer Thailand Prayut Chan-o-cha dilaporkan terpilih jadi perdana menteri sipil pertama sejak kudeta yang dia laksanakan di 2014.
Dalam pengumuman yang disampaikan Rabu malam waktu setempat (5/6/2019), Chan-o-cha mengalahkan miliuner Thanathorn Juangroongruangkit yang memimpin blok anti-militer.
Dilansir AFP via Channel News Asia Kamis (6/6/2019), eks jenderal itu mendapatkan 500 suara.
Sementara Juangroongruangkit memperoleh 244 suara.
Keberhasilan Chan-o-cha dikarenakan dukungan 250 senat yang dipilih sendiri dan pengaruh swing voter yang baru menentukan pilihan setelah dilakukan lobi.
Senat yang ditunjuk oleh junta militer, berisikan sejumlah perwira dan loyalis, dapat dikenali ketika membacakan nama Chan-o-cha dengan rambut cepak.
Kemenangannya seakan menjadi klimaks perjalanan Chan-o-cha dari jenderal yang melakukan kudeta hingga menjadi perdana menteri dengan klaim meyakinkan.
Meski begitu, Thailand masih terbelah buntut 13 tahun selalu terjadi kudeta, aksi protes yang berujung kepada kekerasan, hingga pemerintah yang berumur pendek.
Di akar rumput, terjadi rivalitas antara konservatif pro-militer dengan pendukung demokrasi yang disokong kelas menengah dan bawah yang khawatir dengan kepemimpinan sang mantan jenderal.
Kritik yang berhembus menyatakan Chan-o-cha dianggap kurang mempunyai visi sebagai pemimpin sipil. Dia dianggap gagal menghidupkan kembali ekonomi Thailand.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/prayut-chan-o-cha.jpg)