Jangan Manjakan Anak dengan HP, Mata Bocah Ini 'Hancur' Tak Bisa Diobati. Terapkan Teori 20-20-20

Dokter memberi tahu keluarga bahwa kondisinya tidak dapat dipulihkan, dan penglihatannya bakal bertambah buruk saat ia tumbuh dewasa.

Jangan Manjakan Anak dengan HP, Mata Bocah Ini 'Hancur' Tak Bisa Diobati. Terapkan Teori 20-20-20
The Straits Times
Anak main HP 

TRIBUNBATAM.ID, JIANGSU - Seberapa ketat Anda menerapkan penggunaan ponsel atau HP terhadap anak Anda? Apakah Anda akan tunduk jika sang anak terus merengek jika tidak diberi HP?

Masalah orangtua di zaman milenial ini hampir sama di seluruh dunia, sering "kalah" oleh anak yang kecanduan HP.

Mereka baru terkejut setelah semuanya terlambat, seperti yang terjadi di Jiangsu, China ini, dan akan penderitaan itu ditanggungnya seumur hidup.

Tes Kepribadian - Gambar Pertama yang Kamu Lihat Bisa Ungkap Apa Yang Terpendam di Lubuk Hatimu

Terungkap Kivlan Zen Suruh Irfansyah Tembak Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Panik Saat Temukan Tanda Hitam di Atap Mulut Putrinya, Dibawa ke Dokter, Ibu Ini Jadi Malu

Seorang gadis berusia 2 tahun yang kecanduan HP di China mengalami miopia atau rabhun jauh yang parah, mencapai 900 derajat.

Orangtua dari balita ini tentu saja terkejut ketika dokter mengatakan bahwa penglihatan anak perempuan mereka sudah hancur akibat kecanduan ponsel.

Freepik

Gadis dua tahun yang dikenal sebagai Xiao Man ini didiagnosis menderita miopia parah, menurut media China, seperti dilansir AsiaOne.com.

Menurut laporan, Xiao Man mulai suka menonton di telepon sejak ia berusia satu tahun.

Orangtuanya memang tidak ketat terhadap aturan memakai HP bagi anaknya dan selalu mengalah karena itu adalah satu-satunya cara agar membuat anaknya diam setiap kali dia bertingkah atau rewel.

Seiring berlalunya waktu, orangtua balita itu mulai curiga karena anaknya sering mengerutkan kening dan menyipitkan mata saat menonton HP serta sering menggosok matanya.

Pada awalnya, mereka menganggap perilaku itu sebagai kebiasaan buruk, tetapi karena berterusan, ia memutuskan untuk membawanya ke dokter.

Yang mengejutkan mereka, putri mereka didiagnosis menderita miopia parah, hampir 900 derajat.

Dokter memberi tahu keluarga bahwa kondisinya tidak dapat dipulihkan, dan penglihatannya bakal bertambah buruk saat ia tumbuh dewasa.

Dokter juga berbagi bahwa kasus gadis itu terlalu prematur untuk dibolehkan menggunakan perangkat elektronik.

Mereka menyarankan para orangtua dari anak-anak kecil untuk membatasi penggunaan smartphone atau tablet mereka.

Gamers Buta

Kasis balita itu bukanlah yang pertama di China.

Beberapa waktu lalu, remaja di Dongguang, China, kehilangan penglihatan mata kanannya setelah memainkan game mobile online di smartphone-nya sepanjang hari.

Xiao Wu (21), disebut telah memainkan permainan populer yang disebut "King of Glory" sebelum dia dilaporkan menjadi buta, |Oktober tahun lalu.

Dia dirawat di Rumah Sakit Mata Donggiang Huaxia pada hari berikutnya dan dokter mendiagnosisnya mengalami oklusi arteri retina, yakni kehilangan penglihatan monokuler tanpa rasa sakit.

Kondisi ini biasanya terjadi pada orang lanjut usia dan tidak dapat dipulihkan alias kelihatan penglihatan permanen.

Maggie Hor, dosen di Sekolah Ilmu Kesehatan di Nanyang Polytechnic mengatakan kepada AsiaOne bahwa oklusi arteri retina terjadi ketika salah satu arteri kecil yang membawa darah ke retina tersumbat.

Ini adalah keadaan darurat oftalmologis dan pasien harus diperiksa sesegera mungkin, kata Maggie.

Menurut laporan itu, Xiao Wu telah mengundang seorang kolega ke rumahnya untuk bermain "King of Glory", sebuah game pertempuran daring multipemain oleh Tencent Games.

Teman-temannya mengatakan bahwa dia terobsesi dengan permainan dan akan bermain hingga delapan jam setiap hari.

Dia mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres di mata kanannya namun tidfak mengalami sakit.

"Kadang-kadang saya lupa waktu, saya tidak makan bahkan ketika orangtua saya meminta," katanya.

Orangtuanya sering membujuknya untuk meletakkan teleponnya dan bahkan memperingatkannya bahwa ia bisa mengalami buta.

"Sekarang saya merasa takut dan menyesal karena tidak mendengarkan mereka," kata Xiao Wu.

Para dokter yang merawatnya di rumah sakit memperingatkan kelelahan berlebihan akan terjadi pada mata jika menatap layar komputer atau smartphone selama berjam-jam.

Banyak kasus kebutaan dilaporkan di seluruh dunia terkait dampak buruk kecanduan HP, terutama menggunakan smartphone saat di tempat tidur dan dengan lampu dimatikan.

Pada Agustus tahun lalu, seorang wanita Taiwan berusia 31 tahun menderita kehilangan penglihatan sementara di mata kanannya setelah bermain "Pokemon Go" di ponselnya untuk waktu yang lama.

Maret tahun lalu, penglihatan seorang wanita muda Tiongkok rusak parah karena kecanduan film Korea di tabletnya.

Dia didiagnosis menderita glaukoma akut, suatu kondisi di mana penumpukan tekanan pada mata dapat menyebabkan seseorang menjadi buta.

Awal tahun ini, para ahli memperingatkan epidemi global kebutaan dari berjam-jam yang dihabiskan menatap layar, terutama bagi jutaan anak-anak yang terpapar layar digital pada usia dini.

Seberapa Lama Anda Harus di Depan HP?

Berikut rekomendasi ahli kesehatan:

1. Anak-anak di bawah usia tiga tahun tidak boleh menggunakan HP, apapun alasannya

2. Anak-anak berusia antara tiga dan enam tahun hanya boleh menggunakan HP maksimal 30 menit setiap hari.

3. Aturan 20-20-20.

Putar pandangan Anda sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik untuk setiap 20 menit menatap layar digital.

4. Selain mempraktikkan aturan 20-20-20, pekerja yang menghadapi laptop sepanjang hari dapat menggunakan air mata buatan untuk meredakan mata kering karena berkurangnya frekuensi berkedip.

5. Melihat ke kejauhan juga membantu menenangkan mata.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved