22 Juta Suara Jokowi-Ma'ruf Lenyap Seketika saat Bambang Widjojanto Umumkan Hasil Perhitungan Suara

Bambang menegaskan bahwa Prabowo-Sandi memperoleh suara sebesar 52 persen, artinya, unggul dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 01

22 Juta Suara Jokowi-Ma'ruf Lenyap Seketika saat Bambang Widjojanto Umumkan Hasil Perhitungan Suara
((KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO))
Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto saat sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019) 

Namun, KPU mencatat, hanya 158.012.506 orang yang menggunakan hak suaranya, dengan rincian 154.257.601 suara sah dan 3.754.905 suara tidak sah.

Sementara itu tak seperti KPU, BPN ternyata hanya menghitung 132.223.408 suara sah.

Jengkel dengan Kemacetan, Pria Ini Putuskan Ubah Penampilan, Aksinya Bikin Geger Pengguna Jalan

Reaksi TKN

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasioanal (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Arsul Sani memberikan tanggapan terkait dipangkasnya 22 juta suara kubunya oleh BPN.

Arsul menuturkan pihaknya masih terus mengamati argumen yang disampaikan kubu 02.

"Ini yang juga masih harus kita sama-sama dengarkan dari presentasi yang dilakukan oleh tim kuasa hukum paslon 02, selaku pemohon berbeda jauh dari perhitungan suara yang telah ditetapkan oleh KPU," ujar Arsul, seperti dikutip TribunWow.com dari Metro Tv Live, Jumat (14/6/2019).

Ia juga mempertanyakan mengapa suara paslon kubu 01 bisa menghilang 22 juta suara.

"Kita ingin tahu juga di daerah mana sehingga mereka bisa menyimpulkan secara kumulatif bahwa suara Pak Jokowi-Ma'ruf Amin berkurang sampai 22 juta," ujarnya.

Sebut Suara Kubu 01 Hilang 22 Juta, Arsul Sani: Jokowi-Ma'ruf Ini Datang dari Langit atau Darimana?
Sebut Suara Kubu 01 Hilang 22 Juta, Arsul Sani: Jokowi-Ma'ruf Ini Datang dari Langit atau Darimana? (Capture Metro TV)

 

Menurut Arsul, data-data yang disampaikan tim kubu 02 masih bersifat kumulatif dan bagi pihaknya sporadis lantaran belum ada hubungan kausalitas klaim kubu 02 dengan data yang ada.

"Kan ketika kita berbicara bertambahnya, suara kan harus dibuktikan dengan dokumen kepemiluan. Misalnya ada form C1, DA1 , DP1 dan lain sebagainya, ini yang belum kami lihat."

"Saya tidak tahu bertambahnya suara mereka dan berkurangnya suara Jokowi itu, datang dari langit atau datang dari mana. Kita tungggu saja dulu," pungkasnya.

Halaman
123
Editor: Aminnudin
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved