Rabu, 8 April 2026

Berawal Dari Cemburu, Pria Ini Nekat Culik Anak Tirinya, Minta Tebusan Rp 100 Juta

Culik anak Tirinya, Pria ini meminta tebusan Rp 100 Juta. Seorang pria berinisial DH (45), nekat menculik anak tirinya berinisial RS (15) dan membawa

Editor: Eko Setiawan
Istimewa
Ilustrasi penculikan 

TRIBUNBATAM.id -  Culik anak Tirinya, Pria ini meminta tebusan Rp 100 Juta.

Seorang pria berinisial DH (45), nekat menculik anak tirinya berinisial RS (15) dan membawa kabur ke Kalimantan Timur.

RS merupakan salah satu pelajar yang duduk di bangku SMP salah satu sekolah di Palu, Sulawesi Tengah.

Informasi terkait penculikan ini setelah ibu kandung RS, DA, melapor ke kepolisian pada 11 Mei.

"Jadi tersangka ini mengancam kalau permintaannya tidak dipenuhi, korban RS tidak akan dikembalikan. Tersangka juga sempat mengirim foto korban lewat WhatsApp. Mata korban sebelah kiri nampak lebam. Untuk itulah ibu korban melaporkan kasus ini ke polisi," kata Didik, Senin (17/6/019).

Penangkapan DH merupakan hasil penyelidikan pihak kepolisian yang berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Timur. Tanpa perlawanan, polisi menangkap DN di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Terekam CCTV, Oknum Ojek Online ini Jambret Ponsel Anak Kecil di Pinggir Jalan

Inilah 10 Manfaat Menakjubkan Minyak Sayur Bagi Kecantikan Kulit

VIDEO VIRAL. Lautan Massa Demo di Hong Kong Terbelah saat Ambulans Lewat

Dari hasil penyidikan awal, tersangka DH cemburu dengan istrinya. Istrinya diketahui seorang pebisnis yang berjualan online. Saat terjadi transaksi sang suami tak pernah diajak.

"Itulah yang membuat suaminya tidak senang. Apalagi diketahui istrinya punya akun Facebook. Suaminya tidak suka, dan akhirnya karena kekesalannya ia pun menculik anak tirinya itu dan meminta uang tebusan hingga Rp 100 juta," beber ujar Didik.

Untuk pengembangan kasus ini, beberapa saksi sudah dimintai keterangan.(*)

Pengakuan Orang Tua Korban Penculikan di Bekasi

 Aprilina Lestari (20), ibu kandung Anisa Suci Ardiwibowo (3) korban penculikan di Bekasi akui teledor meninggalkan anaknya bermain seorang diri di luar rumah. 

Aprilina mengatakan, setelah kejadian ini dia berjanji akan lebih waspada dalam mengasuh anaknya.

Selama ini, Anisa tinggal di kediaman neneknya di Jalan Sapat Komplek Bintra Jaya III, Bekasi, RT05, RW09, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat.

Ibu kandungnya memilih tinggal di kost daerah Kayuringun, Bekasi Selatan untuk bekerja. 

"Kalau itu (ngekost) saya trauma, saya juga dibilangin sama polisi udah jangan negkost lagi, kasian anaknya, ini masih rejeki kamu," kata Aprilina di Bekasi, Senin (15/4/2019).

Dia menambahkan, dia mengaku selama ini terlalu sibuk bekerja. Bahkan saking sibuknya dia jarang pulang menjenguk Anisa yang tinggal di rumah neneknya.

Aprlina mengaku pilihannya untuk tinggal ngekost dan hanya sesekali pulang ke rumah adalah suatu tindakan yang teledor. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved