Imigran Asing di Bintan Selalu Sasar Istri Orang dan Janda, Warga Setempat Sampai Dibuat Resah

Ratusan pengungsi ini sudah lama ditempatkan di sana, namun kerap begitu berulah hingga membuat masyarakat semakin resah dan marah.

Imigran Asing di Bintan Selalu Sasar Istri Orang dan Janda, Warga Setempat Sampai Dibuat Resah
TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
Pengungsi dari berbagai negara yang ditempatkan di Bhadra Resort Jalan Kawal Km 25 Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri saat ini sudah berjumlah lebih dari 400 orang. 

Sekitar 400 Imigran Asing Ada di Bintan,

Menunggu Dipindahkan ke Negara ke-3

TRIBUNBINTAN.id, BINTAN - Pengungsi dari berbagai negara yang ditempatkan di Bhadra Resort Jalan Kawal Km 25 Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri saat ini sudah berjumlah lebih dari 400 orang.

Ratusan pengungsi ini sudah lama ditempatkan di sana, namun kerap begitu berulah hingga membuat masyarakat semakin resah dan marah.

Misalkan saja, belum lama terjadi, seorang Imigran asal Afganistan yang dipergok sedang berduaan dengan seorang wanita bersuami di daerah Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang.

Warga yang selama ini sudah sabar, tampaknya semakin membuat para pengungsi meraja lela.

Bagaimana tidak, kebebasan yang mereka dapatkan di pengungsian sudah seperti warga Indonesia namun tidak mematuhi aturan dan jadwal keluar yang sudah ditentukan.

Padahal dalam peraturan, mereka hanya diberikan kebebasan bisa keluar dari pengungsian antara jam 6 pagi hingga jam 6 sore, namun selama ini masih kedapatan mereka berkeliaran hingga larut malam.

PBB Sebut Penduduk Dunia Meningkat 2 Miliar pada 2050, 7 Negara Ini Berperan, Termasuk Indonesia

Facebook Perkenalkan Calibra, Transaksi Keuangan dengan Teknologi Blockchain, Diluncurkan Tahun 2020

Rumah Mewah di Bawah Rp 30 Miliar Bebas PPnBM, Aturan Baru Jenis Barang Kena Pajak

Sekarang Live Streaming TV One dan Kompas TV Sidang MK Sengketa Pilpres, Kejutan Saksi Prabowo

Pihak Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang sudah beberapa kali mengisolasikan pengungsi yang membandel.

Namun, sanksi itu tidak membuat para pengungsi jera dan kapok; mereka justru melakukan kesalahan serupa lagi.

Halaman
12
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved