Yusril Sebut Alat Bukti Tim Prabowo-Sandi Berantakan : Belum Pernah Terjadi Selama Saya Bersidang

Barang bukti yang diajukan tim hukum Prabowo-Sandiaga di sidang MK sengketa pilpres 2019, mendapatkan kritik keras dari Ketua tim hukum Jokowi-Ma'ruf,

Yusril Sebut Alat Bukti Tim Prabowo-Sandi Berantakan : Belum Pernah Terjadi Selama Saya Bersidang
KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL/KRISTIAN ERDIANTO
Yusril Ihza Mahendra vs Bambang Widjojanto sidang sengketa Pilpres 2019 di MK 

TRIBUNBATAM.id - Barang bukti yang diajukan tim hukum Prabowo-Sandiaga di sidang MK sengketa pilpres 2019, mendapatkan kritik keras dari Ketua tim hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra.

Sebab hingga saksi pertama dihadirkan di ruang sidang, alat bukti belum seluruhnya diserahkan ke Mahkamah Konstitusi.

Akibatnya, MK belum melakukan verifikasi terhadap bukti-bukti tersebut.

Majelis Hakim sampai memberi perpanjangan waktu lagi bagi tim hukum Prabowo-Sandiaga untuk menyerahkan alat bukti hingga pukul 12.00 WIB.

"Belum pernah terjadi saya selama bersidang di pengadilan, alat bukti berantakan seperti ini, tidak jelas seperti itu," ujar Yusril di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (19/6/2019).

Dinilai Beri Pertanyaan Menjebak Saksi Prabowo-Sandi, Tim Hukum Jokowi-Maruf Amin Ditegur Hakim MK

Prabowo Bisa di Atas Angin, Ajukan Hairul Anas Suaidi Saksi Ahli di Sidang MK, Begini Kehebatannya

Datang ke TPS atau Tidak Yusril membandingkannya dengan sidang perkara pidana.

Menurut dia, persiapan alat bukti untuk sidang pidana bisa lebih rapi daripada sengketa pilpres kali ini. Menurut dia ini adalah permasalahan serius.

"Seperti tadi di dalam daftar alat bukti ada disebutkan alat bukti P155, tetapi ternyata tidak ada barangnya," kata Yusril.

Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih sebelumnya mempertanyakan barang bukti P.155 berupa dokumen terkait tuduhan 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah.

Bukti tersebut ternyata tidak ada dalam bukti fisik yang diserahkan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Halaman
123
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved