Khawatirkan Penyebaran Hepatitis Di Masyarakat, Dinkes Kepri Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Dinkes Provinsi Kepulauan Riau melalui seksi P2M kembali menggelar kegiatan peningkatan kapasitas SDM (Orientasi) dalam tatalaksana dan manajemen P2M

Khawatirkan Penyebaran Hepatitis Di Masyarakat, Dinkes Kepri Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
ist
Perwakilan dari Puskesmas Kota Batam Berfoto Bersama di Kegiatan peningkatan kapasitas SDM (Orientasi) 

TRIBUNBATAM.id - Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam Triple Eliminasi (Hepatitis B, HIV dan Sifilis) dari Ibu ke anak, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau melalui seksi P2M kembali menggelar kegiatan peningkatan kapasitas SDM (Orientasi) dalam tatalaksana dan manajemen P2 Hepatitis di Kota Batam.

Kegiatan ini juga dihadiri Victoria Indrawati yang merupakan Staf Subdit HISP dari Kementrian Kesehatan RI sebagai narasumber.

Bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petugas kesehatan dalam tatalaksana dan manajemen program Hepatitis di layanan kesehatan Dinkes Kepri mengundang perwakilan dari puskesmas Kota Batam  sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat.

Hepatitis adalah istilah umum penyakit yang merujuk pada peradangan yang terjadi di hati. Hepatitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus, meskipun juga dapat disebabkan oleh kondisi lain. Beberapa penyebab hepatitis selain infeksi virus adalah kebiasaan minum alkohol, penyakit autoimun, serta zat racun atau obat-obatan tertentu.

Hepatitis Virus terdapat beberapa jenis yaitu Hepatitis A dan E, yang ditularkan secara oral , bersifat akut, sering timbul sebagian Kejadian Luar Biasa (KLB), dapat sembuh sempurna , dan tidak menjadi kronis, sedangkan Hepatitis B, C dan D ditularkan secara parenteral, dan dapat menjadi kronis, sirosis lalu dapat berdampak pada hati.

Hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menimbulkan peradangan hati akut atau menahun, dan dapat berlanjut menjadi sirosis atau kanker hati. Virus Hepatitis B dapat ditemukan dalam cairan tubuh penderita seperti produk darah, air liur, cairan serebrospinal, peritoneal,pleural, cairan amniotic, semen (air mani), cairan vagina dancairan tubuh lainnya. Namun tidak semuanya memiliki kadar virus yang infeksius. Secara umum, penularan bias terjadi secara vertical dan horizontal.

Menurut WHO ,berdasarkan prevalensi HBsAg, endemisitas hepatitis suatuwilayah/ Negara dapat dikategorikan rendah (< 2%), sedang Rendah (2-4%),sedang Tinggi (5-7%) dantinggi (>8). Diperkirakan sebanyak 28 juta orang terinfeksi hepatitis B dan c, diman 14 juta diantaranya berpotensi menjadi kronik, dan dari yang kronik tersebut, 1,4 juta berptensi menjadi sirosis dan kanker hati.

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved