Pria Asal Aceh Cetak Uang Palsu Rp 6 Juta dan Sebarkan di Beberapa Lokasi Batam

Usman (43) satu dari dua pelaku pencetakan uang palsu diamankan Polsek Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepri, Selasa (25/6/2019) lalu.

Pria Asal Aceh Cetak Uang Palsu Rp 6 Juta dan Sebarkan di Beberapa Lokasi Batam
TRIBUNBATAM.ID/IAN SITANGGANG
Dua pria pencetak dan pengedar uang palsu di Kota Batam, Provinsi Kepri ditangkap polisi. 

TRIBUNBATAM.id,BATAM - Usman (43) satu dari dua pelaku pencetakan uang palsu diamankan Polsek Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepri,  Selasa (25/6/2019) lalu.

Usman merupakan spesialis pegedar uang palsu yang selama ini berpindah-pindah lokasi.

Informasi yang dihimpun, pelaku awalnya beroperasi di daerah Sagulung Baru (Saguba).

"Jadi pelaku ini baru beroperasi di Kampung Tower sekitar dua minggu lalu. Target mereka uang palsu akan diedarkan di seputar Kampung Aceh," kata Kapolsek Sei Beduk, Akp Joko Purnawanto.

Joko mengatakan pelaku juga melancarkan aksinya antarpulau.

Ustaz di Tangerang Tewas Dibacok Adik Iparnya, Pelaku Babak Belur Dikeroyok Massa

Kakak Beradik Sekandung Lakukan Pernikahan Sedarah Secara Diam-diam, Keluarga Tolak Restu Mempelai

Ilustrasi Uang Palsu
Ilustrasi Uang Palsu (Istimewa)

Hadir Pada Syukuran Kecamatan Jemaja Barat, Nurdin Pesan Ini Kepada Masyarakat

Fakta & Mitos Gunung Piramid Bondowoso, Lokasi Thoriq Diperkirakan Hilang Hingga Hari Ini

"Jadi pelaku utama ini asalnya dari aceh, sudab beberapa kali melakukan aksinya, dan selalu pindah pindah," kata Joko.

Dia menjelaskan untuk di Kampung Tower Kelurahan Muka Kuning pelaku baru beroperasi dua Minggu dan sudah mengedarkan uang sebesar Rp 1 juta rupiah.

"Uang yang sudah tercetak sebesar Rp 6 juta. Saat kita tangkap masih ada uang yang sudah tercetak belum dipotong pecahan Rp 100 ribu rupiah," kata Joko.

Tiga dari empat orang pelaku pembuat uang palsu yang ditahan di Mapolres Gresik.
Tiga dari empat orang pelaku pembuat uang palsu yang ditahan di Mapolres Gresik. ((Dok. Polres Gresik))

Sementara pelaku lainnya yakni Sarifuddin, baru mengedarkan uang palsu di Saguba dan berlanjut ke simpang Dam.

"Pelaku kedua ini membantu mengedarkan uang palsu. Namun belum banyak uang yang diedarkan,"kata Joko.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kedua pelaku dikenakan pasal 36 ayat 1,2 dan 3 Undang-undang RI Nomor 7 tahu 2011 tentang mata uang, ancaman maksimal 15 tahun penjara.(Tribunbatam.id/ian sitanggang)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved