Indonesia Jadi Tong Sampah. Setelah Batam, 8 Kontainer Sampah di Surabaya Dipulangkan ke Australia

Delapan kontainer sampah yang ditangkap di Surabaya berasal dari Australia, berisi kertas skrap bersih, namun juga mengandung bahan berbahaya

Indonesia Jadi Tong Sampah. Setelah Batam, 8 Kontainer Sampah di Surabaya Dipulangkan ke Australia
Kompas.com/Ghinan Salman
Temuan sampah impor asal Australia di Pelabuhan Tanjungperak Surabaya menambah daftar panjang impor limbah dari berbagai negara ke Indonesia 

Indonesia adalah negara ketiga di Asia Tenggara yang menolak dijadikan sampah setelah Filipina dan Malaysia yang menolak keras negaranya menjadi tong sampah dengan alasan papun.

Sebanyak 38 dari 65 kontainer yang diperiksa berisi sampah, sampah plastik, dan bahan berbahaya yang melanggar aturan impor, menurut pejabat bea cukai di pulau Batam.

"Kami sedang berkoordinasi dengan importir untuk segera memproses pengembalian mereka," kata juru bicara kantor bea cukai Sumarna kepada AFP.

Sampah tersebut berasal dari Amerika Serikat, Australia, Perancis, Jerman dan Hong Kong.

Bulan lalu, Jakarta juga mengembalikan lima kontainer limbah ke Amerika Serikat, bergabung dengan paduan suara negara-negara Asia Tenggara yang semakin tidak senang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah dari negara-negara Barat.

Keputusan China pada tahun 2018 untuk melarang impor limbah plastik asing membuat sistem daur ulang global menjadi kacau.

Sejumlah negara maju berusaha untuk menemukan tempat untuk mengirim limbah mereka dan Asia Tenggara kemudian menjadi pilihan, "bekerja sama" dengan pengusaha lokal.

Pada Mei 2019 lalu, Malaysia juga mengembalikan ribuan ton sampah plastik yang ditangkap di sejumlah pelabuhan.

Filipina juga mengembalikan sekitar 69 kontainer sampah ke Kanada bulan lalu, setelah Presiden Rodrigo Duterte mengancam akan mengembalikan sendiri sampah itu jika Kanada tidak menjemputnya.

Malaysia baru-baru ini bertindak memulangkan semula 450 ton sisa buangan plastik import ke negara asal termasuk Australia, Bangladesh, Kanada, China, Jepangf, Arab Saudi dan Amerika Syarikat (AS).

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved