Indonesia Jadi Tong Sampah. Setelah Batam, 8 Kontainer Sampah di Surabaya Dipulangkan ke Australia

Delapan kontainer sampah yang ditangkap di Surabaya berasal dari Australia, berisi kertas skrap bersih, namun juga mengandung bahan berbahaya

Indonesia Jadi Tong Sampah. Setelah Batam, 8 Kontainer Sampah di Surabaya Dipulangkan ke Australia
Kompas.com/Ghinan Salman
Temuan sampah impor asal Australia di Pelabuhan Tanjungperak Surabaya menambah daftar panjang impor limbah dari berbagai negara ke Indonesia 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Indonesia akan memulangkan lebih 210 ton sampah ke Australia yang ditemukan di Pelabuhan Tanjungperak, Surabaya.

Sebanyak delapan kontainer sampah yang ditangkap di Surabaya itu berisi kertas skrap bersih, namun juga mengandung bahan berbahaya dan sisa rumah rumah tangga.

Termasuk botol plastik dan pembalut, lampin bekas pakai pakai, sisa elektronik dan bekas, kata jurubicara Bea dan Cukai Jawa Timur.

Dari hasil pemeriksaan, Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia meminta agar sampah itu di-reekspor kembali ke Australia.

Hari Ini, BC Surati Importir Terkait Nasib 65 Kontainer Limbah Plastik di Pelabuhan Batu Ampar

Kapan Kontainer Limbah Plastik di Re-Ekspor ke Negara Asal? Perusahaan Rugi Harus Bayar Tiap Hari

DPR RI Akan Panggil Sucofindo, Gus Irawan Sebut Indonesia Jadi Tempat Pembuangan Sampah

“Langkah ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan Indonesia, Terutama Jawa Timur dari sisa B3 yang mengandung bahan berbahaya dan bertoksik,” katanya seperti dilansir AFP.

Menurut BC, sampah itu didatangkan ke Indonesia oleh oleh perusahaan Oceanic Multitrading Australia, dibantu PT MDI di Indonesia.

Temuan limbah di Tanjungperak ini menambah daftar panjang impor sampah ke Indonesia setelah sebelumnya ditemukan di Pelabuhan Tanjungpriok dan Batam.

Di Tanjungpriok, lima kontainer sampah berasal dari Amerika Serikat, sementara di Batam jumlahnya lebih banyak lagi, 38 kontainer.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan wakilnya Amsakar mengecek kontainer di Batu Ampar menyusul ada pesan berantai yang menyebut ada kontainer bermuatan limbah, Jumat (14/6/2019).
Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan wakilnya Amsakar mengecek kontainer di Batu Ampar menyusul ada pesan berantai yang menyebut ada kontainer bermuatan limbah, Jumat (14/6/2019). (TRIBUNBATAM.id/Dewi Haryati)

Sampah di Batam berasal dari sejumlah negara dan juga akan direekspor kembali ke negara asal sesuai dengan peraturan internasional.

Pemerintah memastikan bahwa puluhan kontainer sampah plastik di Batam akan dikembalikan ke negara asal sampah tersebut.

Halaman
12
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved