KILAS SEJARAH

Saat BJ Habibie Geram Digertak Soal Kasus Timor-Timur, Dubes Asing Sampai Diam Tak Bisa Bicara

Presiden Ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie marah besar terhadap para duta besar (dubes) dari negara lain.

TRIBUN LAMPUNG
Saat BJ Habibie Geram Digertak Soal Kasus Timor-Timur, Dubes Asing Sampai Sampai Diam 

Saat itu muncul gelombang reformasi dan krisis multidimensi.

Sejumlah harga kebutuhan pokok meningkat pesat.

Kondisi itu diperparah munculnya sejumlah kerusuhan di berbagai kota di Indonesia.

Para mahasiswa pun melakukan demonstrasi besar-besaran di Jakarta.

Hingga pada akhirnya membuat Soeharto memutuskan mundur dari jabatannya sebagai seorang presiden.

Meski tak lagi menjadi menjadi presiden, Soeharto rupanya masih memiliki sejumlah kisah menarik.

Satu di antaranya seperti yang disampaikan oleh mantan Presiden Republik Indonesia ke-3, BJ Habibie.

Habibie menuliskan kisah itu dalam bukunya yang berjudul "Detik-Detik yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi" tahun 2006 lalu.

Dalam buku itu, Habibie mengungkapkan pada suatu ketika, tepatnya pada tanggal 9 Juni 1998, dia ingin bertemu dengan Soeharto.

Saat itu, Habibie yang menjadi presiden, karena Soeharto sudah lengser.

Oleh karena itu, Habibie pun berusaha menghubungi Soeharto via telepon.

"Pak Harto, saya mohon Bapak berkenan menerima saya. Saya mohon penjelasan dan saran Bapak mengenai semua yang telah terjadi," ucap Habibie saat itu.

Mendengar permintaan Habibie, Soeharto pun menjawabnya.

"Tidak menguntungkan bagi keadaan sekarang, jikalau saya bertemu dengan Habibie. Laksanakan tugasmu dengan baik, saya hanya dapat melaksanakan tugas sampai di sini. Saya sudah tua," jawab Soeharto.

Habibie kemudian menanggapi lagi jawaban Soeharto tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved