Antrean Hingga 23 Tahun, Jadi Alasan Warga Pamekasan Daftarkan Bayi Usia 1 Tahun Berhaji

Lamanya antrean ini membuat sejumlah orang berinisiatif untuk menyetorkan ongkos haji bagi anak-anaknya lebih awal.

Antrean Hingga 23 Tahun, Jadi Alasan Warga Pamekasan Daftarkan Bayi Usia 1 Tahun Berhaji
Ist
Suasana jemaah haji saat mengikuti salah satu rangkaian ibadah haji di tanah suci 

TRIBUNBATAM.id - Antrean haji di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sudah mencapai 23 tahun.

Lamanya antrean ini membuat sejumlah orang berinisiatif untuk menyetorkan ongkos haji bagi anak-anaknya lebih awal.

Bahkan, bayi berusia setahun sudah disetorkan haji.

Anak pertama berusia 9 tahun, anak kedua berusia 3 tahun dan anak ketiga masih berusia satu setengah tahun.

Syaria Nyaris Batal Terbang ke Mekkah, 1.792 JCH Embarkasi Haji Batam Akhirnya Tiba di Tanah Suci

7 Tahun Menabung Rp5.000 per Hari, Penjual Rujak Ini Akhirnya Bisa Pergi Naik Haji; Serasa Mimpi

Jamaah Calon Haji dari Kabupaten Bintan Sehat Semua, Semoga Sehat Sampai di Mekah yah

Kisah Perjuangan Tri Darini Penjual Kerupuk Naik Haji, Menabung Selama 28 Tahun hingga Wasiat Ayah

Ketiga anak tersebut diperkirakan akan berangkat haji pada tahun 2035. "Tahun 2014 lalu, ketiga anak saya sudah didaftarkan haji."

"Saya khawatir jika tidak disetorkan haji sejak kecil, akan terlalu lama antreannya," kata Ahmad Muhlis, Selasa (9/7/2019).

Muhlis termasuk orang yang beruntung, karena belum ada larangan batasan usia calon jemaah haji.

Setahun setelah ketiga anaknya disetorkan haji, keluar Undang-Undang no 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Dalam undang-undang ini, batasan usia calon jemaah haji minimal 18 tahun.

"Alhamdulillah ketiga anak saya belum kena undang-undang yang baru."

Halaman
123
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved