Dua tahun Alami Kelumpuhan, Akhirnya Nopi Dirawat di RSUD Muhammad Sani, Karimun

Nopi Eka Prasetyo (23), yang alami kelumpuhan selama dua tahun akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Kabupaten Karimun

Dua tahun Alami Kelumpuhan, Akhirnya Nopi Dirawat di RSUD Muhammad Sani, Karimun
TRIBUNBATAM.id/Elhadif
Petugas Puskesmas Balai Karimun menjemput Nopi Eka Prasetyo, Senin (8/7/2019) 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pemuda asal Bukit Sidomulyo, Nopi Eka Prasetyo (23),  yang alami kelumpuhan  selama dua tahun akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Kabupaten Karimun, Senin (8/7/2019).

Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun melalui Puskesmas Tanjungbalai menjemput Nopi di rumahnya di Bukit Sidomulyo, RT 001 RW 004, Nomor 191, Kelurahan Tanjungbalai, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Turut menjemput dan mengantar ke RSUD Muhammad Sani Kepala Puskesmas Tanjungbalai, dr Ade Kristiawan menggunakan ambulan bersama beberapa petugas.

"Alhamdulillah, Pak Kadis merespon dengan sangat baik. Beliau juga sudah menghubungi Direktur RSUD Muhammad Sani, pak Zulhadi sehingga Prasetyo bisa kita bawa berobat secara gratis,” kata Ade kepada Tribun Batam.

Hal Ini yang Harus Diperhatikan Ibu Hamil Saat Menggunakan Kosmetik

Sebelum Membeli Mobil Baru, Cek Dulu 8 Tips Ini, Yuk Mari Simak

Pengguna Yamaha XMAX Dan TMAX Ada Pelek Langka , Bahan Aluminium Alloy Dibandrol Mulai Rp 17 Jutaan

Ramalan Zodiak Cinta Besok Kamis 11 Juli 2019, Taurus Doi Lagi Ngga mood, Gemini Lagi Marahan

 

Sementara ibu dari Nopi, Montama mengatakan anaknya telah dibawa ke rumah sakit. Saat ini Nopi dirawat di ruang perawatan di lantai lima RSUD Muhammad Sani.

"Sekarang Nopi sudah dirawat di RSUD. Dia sekarang di infus dan diberi obat oleh dokter," katanya, Rabu (10/7/2019).

Montama menyebutkan untuk penanganan lebih lanjut, pihak RSUD Muhammad Sani akan merujuk Nopi ke Rumah Sakit Awal Bross Kota Batam.

"Katanya akan dirujuk ke Batam. Sekarang lagi nunggu dokumen-dokumennya selesai. Untuk biaya sampai sekarang belum ada diminta oleh rumah sakit," ujar Montama.

Diberitakan sebelumnya, Nopi telah dua tahun mengalami kelumpuhan. Tubuh pemuda kelahiran Tanjungbalai Karimun, 18 November 1996 tidak lagi dapat digerakan setelah terjatuh ketika bermain bola.

Sebelum dibawa ke RSUD Muhammad Sani Ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Nopi pun lebih sering tinggal sendiri karena sang ibu tinggal bersama ayah tirinya yang juga menderita kelumpuhan. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved