Duriangkang Jadi Hutan Edukasi

PT Adhya Tirta Batam (ATB) bersama Komunitas Budaya Mangrove tengah mendesain skema berkelanjutan dari kegiatan ATB-BP Batam Festival Hijau.

Duriangkang Jadi Hutan Edukasi
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Hutan Duriangkang dicanangkan menjadi pusat pembelajaran mengenai ekosistem dan konservasi hutan 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Menjaga hutan di Daerah Tangkapan Air (DTA) merupakan tanggungjawab bersama.

Namun butuh upaya edukasi yang berkesinambungan untuk menumbuhkan kesadaran tersebut. Terutama untuk menanamkannya menjadi budaya.

Menumbuhkembangkan budaya menjaga hutan menjadi kebutuhan bagi Batam.

Karena kota tanpa sumber air alami ini benar-benar hanya mengandalkan hutan untuk menjaga keberlangsungan sumber airnya.

Sayangnya, kepedulian terhadap hutan masih belum tumbuh menjadi kesadaran bersama.

Sehingga program-program menjaga DTA kerap dilakukan parsial dan tak berkesinambungan. Akibatnya, hasilnya tidak optimal.

Berangkat dari kesadaran tersebut, PT Adhya Tirta Batam (ATB) bersama Komunitas Budaya Mangrove tengah mendesain skema berkelanjutan dari kegiatan ATB-BP Batam Festival Hijau.

Salah satu DTA yang akan ditanami pohon pada kegiatan tersebut akan dikembangkan menjadi pusat edukasi.

“Kami berterimakasih kepada Komunitas Budaya Mangrove yang telah membantu kami merealisasikan program ini,” ujar Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus, Rabu (11/7/2019).

Tahun ini akan ada 1.000 bibit pohon yang ditanam di 2 DTA berbeda, yakni DTA Sei Harapan dan Duriangkang.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved