MV Nika Kapal Perikanan yang Dipalsukan Menjadi Kapal Kargo, Begini Penjelasan Menteri Susi

Penyelidikan atas MV NIKA akan dilakukan oleh otoritas Indonesia atas dugaan pelanggaran UU Perikanan tersebut. Hal-hal yang mengkonfirmasi dugaan ba

MV Nika Kapal Perikanan yang Dipalsukan Menjadi Kapal Kargo, Begini Penjelasan Menteri Susi
TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di Batam, Kepulauan Riau 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penyelidikan atas MV NIKA akan dilakukan oleh otoritas Indonesia atas dugaan pelanggaran UU Perikanan tersebut.

Hal-hal yang mengkonfirmasi dugaan bahwa kapal NIKA bukan kapal cargo melainkan merupakan kapal perikanan.

Ditemukan umpan berupa ikan di dalam palka kapal, di atas kapal NIKA terdapat Unit Pengolahan Ikan dan pemerintah Panama melalui surat kepada Menteri Kelautan dan Perikanan menyatakan bahwa kapal NIKA terdaftar sebagai general cargo ship sehingga tidak berhak untuk melakukan aktivitas perikanan baik penangkapan maupun pengangkutan ikan.

Minggu (14/7/2019) sekira pukul 21.30 WIB MV NIKA telah bersandar di Pangkalan PSDKP Batam dengan pengawalan oleh KP ORCA 3 KP ORCA 2.

Sebelumnya selama perjalanan dikawal secara bergantian oleh KRI Patimura, KRI Parang, dan KRI Siwar untuk dilakukan pemeriksaan berdasarkan dugaan kuat pelanggaran hukum di berbagai negara dan UU Perikanan Indonesia, yaitu tidak menyimpan alat tangkap di dalam palka.

Dituding Pendendam dan Suka Menyindir, Ini Jawab Nyelekit Maia Estianty: Move On Dong, Say!

Cara Mengoperasikan WhatsApp Business Semudah Menggunakan WhatsApp Messenger

3 Keinginan Antoine Griezmann Setelah Resmi Gabung Barcelona

Selama Juli 2019, Cashbac Tawarkan 3 Promo

Dalam pemeriksaan MV NIKA ini, Indonesia memprakarsai pembentukan Multinational Investigation Support Team (MIST).

Terdiri atas beberapa negara dan organisasi internasional terkait yaitu Indonesia, Panama, INTERPOL, CCAMLR, Australia, dan Amerika Serikat yang akan hadir sebagai observer.

MIST akan mendukung otoritas Indonesia dalam melalukan pemeriksaan MV NIKA di Batam, sesuai dengan keahlian negara dan organisasi internasional terkait.

Ini adalah pertama kali Indonesia mengumpulkan dan membentuk MIST untuk menangani dugaan tindak pidana yang dapat kami golongkan sebagai kejahatan terorganisir yang bersifat lintas nasional (transnational organized fisheries crime).

Inilah 5 Pemicu Sakit Kepala yang Tak Pernah Kamu Duga dan Begini Cara Mengobatinya

VIRAL! Honorer Usia 35 Tahun ke Atas Bisa Diangkat PNS Tanpa Tes, Apa Kata Pemko Batam?

HP Android 2019 - Oppo F7 VS Oppo A3s, Cek Spesifikasi Lengkap Hape dan Keunggulannya

Download Lagu MP3 Sunset KNK, Lengkap Lirik Lagu dan Video Klip

"Belajar dari kasus ini, saya mewakili pemerintah Indonesia meminta Negara Bendera maupun flag of convenience untuk melakukan tindakan konkrit dalam menghukum pelaku illegal fishing yang telah menggunakan bendera negara bendera sebagai wadah untuk melakukan kegiatan-kegiatan perikanan yang ilegal," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di Batam, Kepulauan Riau.

Sudah saatnya, kata dia, kerjasama penanganan kasus dalam bentuk MIST pada kasus STS 50 dan NIKA yang dibentuk secara adhoc ini dijadikan model di berbagai negara. Untuk mengatasi transnational organized crimes dalam industri perikanan dengan leadership Interpol.

"Saya meminta kepada negara-negara di dunia yang memiliki direct legal interest terhadap kejahatan lintas negara terorganisir, sudah saatnya untuk menerapkan pertanggungjawaban pidana korporasi/corporate criminal liability diterapkan seperti kasus Viking, STS 50 dan NIKA. Apabila pertanggungjawaban pidana korporasi tidak diterapkan, selama itu pula kelompok-kelompok pelaku illegal fishing ini tidak akan pernah jera," paparnya.

Susi menambahkan sudah saatnya, peran Interpol diperkuat untuk memperkuat jaringan dengan negara-negara yang gigih dalam memberantas kejahatan perikanan lintas negara ini.

Terutama untuk kualitas pertukaran informasi, asistensi investigasi dan pengembangan kapasitas.

"Saya ucapkan terima kasih kepada tim Satgas 115, pimpinan dan jajaran Ditjen PSDKP beserta kapal pengawas Orca 3 dan Orca 2, dan TNI AL serta INTERPOL, ahli dan enforcement officers dari berbagai negara. Selamat bekerja dalam menegakan hukum dan keadilan," paparnya. (tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved