Kini Masyarakat Belat Baru Bisa Nikmati Listrik 24 Jam, Tapi Sayang Jalan Tidak Ada yang Diaspal Loh

Belasan tahun penungguan masyarakat Pulau Belat, Kecamatan Belat, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri berakhir.

Editor: Thom Limahekin
tribunnews batam/m sarih
Wakil Bupati Aunur Rafiq berbincang dengan tenaga operational PLTD Swakelola Desa Tebias Kecamatan Belat, belum lama ini. Adanya swakelola kelistikan ini sangat membantu masyarakat Desa Tebias menikmati listrik yang sudah lama didambakan. 

TRIBUNNEWS.id, KARIMUN - Belasan tahun penungguan masyarakat Pulau Belat, Kecamatan Belat, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri berakhir.

Sejak 18 tahun berdirinya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), masyarakat hanya menikmati listrik selama delapan saja dalam sehari.

Listrik hanya mengalir sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB hari berikutnya.

Akhirnya pada Mei 2019, pasokan listrik mengalir seharian penuh di empat desa Pulau Belat, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Keempat desa tersebut adalah Sebele, Lebuh, Sungai Asam dan Penarah.

Detik-detik Polisi Tembaki Mobil Pelaku Pembobol Rumah di Batam, Pelaku Nekat Hendak Tabrak Polisi

Fakta Terbaru Kasus Novel Baswedan, TGPF Curigai 3 Sosok Ini Sebagai Pelaku Penyiraman

Hj Rahma Berikan Sinyal Akan Ada Pemilihan Ketua RT dan RW Serentak di Kota Tanjungpinang

Setelah Batam, Malaysia dan Filipina, Kamboja Juga Digempur Ribuan Ton Sampah Plastik

Mengalirnya listrik seharian penuh bukan karena pergantian atau penambahan mesin PLTD yang terletak di Desa Penarah.

Akan tetapi karena penambahan kuota BBM untuk mesin lama.

Bupati Karimun Provinsi Kepulauan Riau, Nurdin Basirun (kiri) menyerahkan piala juara umum lomba antar-Kwarran Pramuka se Kabupaten Karimun di Bumi Perkemahan, Desa Penarah, Kecamatan Belat belum lama ini.
Bupati Karimun Provinsi Kepulauan Riau, Nurdin Basirun (kiri) menyerahkan piala juara umum lomba antar-Kwarran Pramuka se Kabupaten Karimun di Bumi Perkemahan, Desa Penarah, Kecamatan Belat belum lama ini. (Tribun Batam/Istimewa)

"Alhamdulillah lebaran kemarin sudah 24 jam. Itu terjadi sejak Pak Nurdin (Gubernur Kepri Nurdin Basirun) datang sebelum puasa kemarin," kata tokoh masyarakat dan Ketua LAM Kecamatan Belat, A Khadir, Rabu (17/7/2019).

Meskipun demikian sebenarnya masih ada beberapa wilayah di Desa Belat dan Lebuh yang belum menikmati sama sekali listrik.

Sebab, belum adanya jaringan listrik yang sampai ke kawasan-kawasan itu.

Di Desa Lebuh, Kampung Lubuk Laras dan Tanjung Pengaram belum dialiri listrik.

Sementara di Desa Sebele, kampung yang belum adalah Kampung Bawah Batang, Bukit Kepung dan Makam.

Tahun 2019 IndiHome Kejar Target 7,5 juta Pelanggan

Polisi Italia Temukan Rudal dan Peluncur Roket saat Penggerebekan Kelompok Neo-Nazi

Pemda Diminta Hati-Hati Buat Perda Pengelolaan Daerah Pesisir Agar Tidak Terjadi Masalah

Setelah Batam, Malaysia dan Filipina, Kamboja Juga Digempur Ribuan Ton Sampah Plastik

"Di sana warga terpaksa pakai genset pribadi," terang A Khadir.

Selain itu di dua desa lain di Kecamatan Belat, yakni Desa Tebias dan Desa Degung yang terpisah juga belum menikmati listrik 24 jam.

Kecamatan Belat Memiliki luas sekitar 255 meter persegi, Belat merupakan satu dari 12 kecamatan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, dengan pusat pemerintahan Desa Sabele.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved