Kini Masyarakat Belat Baru Bisa Nikmati Listrik 24 Jam, Tapi Sayang Jalan Tidak Ada yang Diaspal Loh

Belasan tahun penungguan masyarakat Pulau Belat, Kecamatan Belat, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri berakhir.

Editor: Thom Limahekin
tribunnews batam/m sarih
Wakil Bupati Aunur Rafiq berbincang dengan tenaga operational PLTD Swakelola Desa Tebias Kecamatan Belat, belum lama ini. Adanya swakelola kelistikan ini sangat membantu masyarakat Desa Tebias menikmati listrik yang sudah lama didambakan. 

Kecamatan Belat merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Kundur Utara.

Pemekaran itu terwujud setelah pengajuan Raperda pada tanggal 11 Juni 2012 lalu.

Sebuah jalan di Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri berlumpur. Selama bertahun-tahun jadi kecamatan, belum ada jalan di Belat diaspal.
Sebuah jalan di Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri berlumpur. Selama bertahun-tahun jadi kecamatan, belum ada jalan di Belat diaspal. (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)

Pulau Belat sebagai pusat pemerintahan kecamatan dapat ditempuh sekitar 40 menit dari Pulau Karimun Besar, menggunakan taransportasi laut.

Terdapat enam desa di Kecamatan Belat, yakni Sebele, Lebuh, Penarah, Sungai Asam, Tebias dan Degung.

Kecamatan Belat terdiri dari beberapa pulau yang berdekatan.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Karimun awal tahun 2019, Kecamatan Belat dihuni oleh 2002 Kepala Keluarga dengan 6.621 jiwa. (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved