Sampah Warga Batam Capai 1.000 Ton/ Hari, StartUp Mounthrash Gagas Recyling Center

Mounthrash adalah salah satu usaha rintisan (startup) berbasis aplikasi digital untuk penanganan sampah di Indonesia,

Sampah Warga Batam Capai 1.000 Ton/ Hari, StartUp Mounthrash Gagas Recyling Center
mountrash_avatar
Jika ada 1.172 unit tahun 2015 menjadi 7.408 unit di tahun 2018, dan sudah ada di 294 kabupaten/kota di 33 provinsi. 

“Gagasan ini, di tahun 2019 ditahap literasi ke semua stake holder, di tahun 2020 juga akan dikembang di kecamatan dengan bangun collecting point.” ujar Gideon.

Di tahun 2021 nanti, akan dibangun 4000 unit trash vending machine di mal & perkantoran,3000 unit recycle drop center di pesantren, terminal, dan pasar modern, dan 2000 recyle processing center level kecamatan di 33 provinsi.

Dalam penjelasan rilisnya, Mounttrash juga menjelaskan fenomena  Bank Sampah Indonesia tumbuh 600% dalam 3 tahun terakhir, menunjukkan prospek menggembirakan, secara lingkungan dan finansial.

Terbentur Biaya Operasional, Bank Sampah Sei Lekop Setengah Tahun Mandeg Operasi. Tolong Pak Bupati!

Jika ada 1.172 unit tahun 2015 menjadi 7.408 unit di tahun 2018, dan sudah ada di 294 kabupaten/kota di 33 provinsi.

Produksi industri daur ulang sampah di Indonesia masih 1,1 juta ton/tahun.

Sementara kebutuhan industri Indonesia akan bahan baku  plastik sekitar 5,6 juta ton/ tahun.

Mountrash hadir sebagai triger dalam revolusi penanganan sampah di Indonesia sehingga kesadaran masyarakat, kampanye massif anti sampah plastik, dan nilai ekonomis sampah non-organik.“Tiap hari ada 2 hingga 3 unit,”

Omset bank sampah Induk di Jakarta Barat misalnya, bisa mencapai Rp4,5 miliar per tahun.
Produksi industri daur ulang sampah di Indonesia masih 1,1 juta ton/tahun.

Sementara kebutuhan industri Indonesia akan bahan baku plastik sekitar 5,6 juta ton/ tahun. (*)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: thamzilThahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved