Idih, Siswa SMA dan Guru Pria Berseragam Rok di Sekolah Taiwan

Seluruh sekolah di dunia, mungkin para siswa pria tidak ada yang memakai rok, tetapi berbeda dengan sekolah di Taiwan ini.

Idih, Siswa SMA dan Guru Pria Berseragam Rok di Sekolah Taiwan
Taiwan News
Siswa di SMA Banqiao, New Taipei, Taiwan, berseragam rok di sekolah 

Pejabat Kementerian Pendidikan Taiwan seperti dikutip oleh media setempat menyambut baik keputusan sekolah, begitu juga aktivis LGBT.

Berbagai kampanye supaya sekolah lebih terbuka terhadap seragam non-gender mulai marak di seluruh dunia.

Salah satunya terjadi diberitakan di Meksiko.  Wali Kota Mexico City Juni lalu mengumumkan setiap murid bebas untuk memilih apakah bakal mengenakan rok atau celana panjang dan menjadi kebijakan yang dipandang kontroversial.

Kemudian di Wales, pemerintah setempat menyatakan mereka tidak akan lagi membedakan seragam bagi siswa laki-laki maupun perempuan pada 1 September mendatang.

Tak hanya siswa, guru pun pakai rok

Pernikahan Sesama Jenis

Sebelumnya, negara pulau yang hingga saat ini masih diklaim oleh China sebagai wilayahnya itu juga menjadi negara pertama di Asia yang melegalkan pernikahan sesama jenis, Mei lalu.

Taiwan Negara Pertama Asia yang Menyetujui Pernikahan Sejenis

Taiwan mengakui pernikahan sejenis setelah parlemen negara pulau itu mengesahkan konstitusi tersebut, Jumat (16/5/2019).

"Ini adalah momen bersejarah, dan kemenangan bagi Taiwan," kata Bruce Chu, yang berkampanye untuk pengesahan RUU tersebut, seperti dilansir TribunBatam.id dari South China Morning Post.

 Digugat Anggota Polisi yang Prilaku Menyimpang, Polda Jateng Siapkan Tim Hukum 

 WADUH! Emak-emak Ini Nekat Tidur di Jalan Cegat Mobil Presiden Jokowi

 Massimiliano Allegri Tinggalkan Juventus, Pep Guardiola Ogah ke Turin. Ini Daftar 4 Kandidat

Pemungutan suara legislatif yang mendukung RUU itu disambut tepuk tangan meriah dari sekitar 40.000 pendukung kesetaraan pernikahan di luar kantor parlemen China taipei itu.

Di tengah hujan deras, mereka membentangkan plakat yang menggambarkan kesetaraan pernikahan sebagai hak asasi manusia yang universal.

Seperti juga di banyak negara, perubahan UU ini memang menimbulkan pro dan kontra sejak lama antara pendukung dan penentang pernikahan sesama jenis.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved