Beijing Berikan Kecaman Kepada Amerika Serikat dan Inggris Agar Tak Ikut Campur

Pemerintah China memberikan kecaman pada pihak asing karena dianggap telah ikut campur tentang kerusuhan di Hongkong yakni Inggris dan Amerika Serikat

Beijing Berikan Kecaman Kepada Amerika Serikat dan Inggris Agar Tak Ikut Campur
AFP/LAUREL CHOR
Bentrokan terjadi antara massa pengunjuk rasa anti-pemerintah di Hong Kong pada Minggu (21/7/2019) 

TRIBUNBATAM.id - Tragedi kerusuhan di Hongkong terus berlanjut karena terus menyita perhatian dunia yang prihatin dengan demo yang terjadi.

Ternyata pemerintah China juga memberikan kecaman kepada pihak asing karena dianggap telah ikut campur mengenai kerusuhan di Hongkong.

Kecaman dari pemerintah China, khususnya Beijing kepada Inggris dan Amerika Serikat yang mengungkapkan rasa prihatinnya atas kerusuhan di Hongkong dan aksi pemukulan pada Minggu (21/7/2019) lalu.

Aksi pemukulan yang dituduh dilakukan kelompok triad itu menyebabkan setidaknya 45 orang terluka dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Selain itu juga menimbulkan ketakutan serta kemarahan di tengah masyarakat Hong Kong.

Inggris dan AS juga mengkritik pengikisan kebebasan yang terjadi di kota semi-otonom itu.

Namun keprihatinan dan kritik dari kedua negara asing itu justru direspons dengan amarah otoritas China terhadap pemerintah dan pejabat asing yang mengekspresikan solidaritas terhadap gerakan anti-pemerintah Hong Kong.

"China tidak akan mentolerir kekuatan asing yang campur tangan dalam urusan Hong Kong. China juga tidak akan membiarkan kekuatan asing mengganggu Hong Kong," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, dalam konferensi pers singkat, Selasa (23/7/2019).

"Kami menyarankan kepada Amerika Serikat untuk mengambil kembali 'tangan hitam' mereka di Hong Kong secepat mungkin," tambahnya, dikutip AFP.

Hong Kong tengah terjerumus dalam krisis terburuk dalam sejarah selama beberapa pekan terakhir, di mana massa anti-pemerintah turun ke jalan dan melakukan aksi unjuk rasa, memicu bentrokan kekerasan dengan polisi maupun massa pro-Beijing.

Halaman
12
Editor: Putri Larasati Anggiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved