Rabu, 3 Juni 2026

Beijing Berikan Kecaman Kepada Amerika Serikat dan Inggris Agar Tak Ikut Campur

Pemerintah China memberikan kecaman pada pihak asing karena dianggap telah ikut campur tentang kerusuhan di Hongkong yakni Inggris dan Amerika Serikat

Tayang:
AFP/LAUREL CHOR
Bentrokan terjadi antara massa pengunjuk rasa anti-pemerintah di Hong Kong pada Minggu (21/7/2019) 

TRIBUNBATAM.id - Tragedi kerusuhan di Hongkong terus berlanjut karena terus menyita perhatian dunia yang prihatin dengan demo yang terjadi.

Ternyata pemerintah China juga memberikan kecaman kepada pihak asing karena dianggap telah ikut campur mengenai kerusuhan di Hongkong.

Kecaman dari pemerintah China, khususnya Beijing kepada Inggris dan Amerika Serikat yang mengungkapkan rasa prihatinnya atas kerusuhan di Hongkong dan aksi pemukulan pada Minggu (21/7/2019) lalu.

Aksi pemukulan yang dituduh dilakukan kelompok triad itu menyebabkan setidaknya 45 orang terluka dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Selain itu juga menimbulkan ketakutan serta kemarahan di tengah masyarakat Hong Kong.

Inggris dan AS juga mengkritik pengikisan kebebasan yang terjadi di kota semi-otonom itu.

Namun keprihatinan dan kritik dari kedua negara asing itu justru direspons dengan amarah otoritas China terhadap pemerintah dan pejabat asing yang mengekspresikan solidaritas terhadap gerakan anti-pemerintah Hong Kong.

"China tidak akan mentolerir kekuatan asing yang campur tangan dalam urusan Hong Kong. China juga tidak akan membiarkan kekuatan asing mengganggu Hong Kong," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, dalam konferensi pers singkat, Selasa (23/7/2019).

"Kami menyarankan kepada Amerika Serikat untuk mengambil kembali 'tangan hitam' mereka di Hong Kong secepat mungkin," tambahnya, dikutip AFP.

Hong Kong tengah terjerumus dalam krisis terburuk dalam sejarah selama beberapa pekan terakhir, di mana massa anti-pemerintah turun ke jalan dan melakukan aksi unjuk rasa, memicu bentrokan kekerasan dengan polisi maupun massa pro-Beijing.

Gerakan demontrasi dipicu oleh rancangan undang-undang ekstradisi yang kontroversial.

Namun setelah RUU ditangguhkan, gerakan berkembang menjadi seruan untuk reformasi demokrasi yang lebih luas.

Pemerintah China telah berjanji untuk menghormati kebebasan wilayah semi-otonom itu setelah penyerahannya dari Inggris pada tahun 1997.

"Semua orang dapat melihat dengan sangat jelas bahwa perkembangan yang terjadi saat ini sama sekali tidak terkait dengan kebebasan berbicara dan berkumpul," kata Hua.

"Ini adalah masalah kekerasan ilegal yang ekstrem.

Tidak hanya berdampak langsung pada dasar hukum Hong Kong, tetapi juga secara serius menantang garis bawah kebijakan 'satu negara, dua sistem'," tambahnya.

Sebagai wilayah semi-otonom, Hong Kong menikmati kebebasan yang tidak dirasakan penduduk di China daratan, termasuk kebebasan berbicara, akses tanpa batas ke internet, dan peradilan yang independen.

"Selama masa kolonial Inggris, apakah penduduk Hong Kong memiliki kebebasan untuk berbaris di jalanan?" ujar Hua.

"Sejak penyatuan kembali Hong Kong dengan Cina, penduduk Hong Kong menikmati kebebasan dan hak yang belum pernah terjadi sebelumnya," imbuhnya.

Harga Emas Spot Siang, Kamis (25/7) Ini Masih Turun

Komandan Tim Kopassus Berbohong pada Pasukannya Saat Misi Berbahaya, Ternyata Ada Tujuan Mulia

HP Android TERBARU 2019 - Spesifikasi Xiaomi Mi A3 dan Xiaomi Redmi Note 7 Pro, Harga Hampir Sama

Ramalan Zodiak Cinta Besok, 26 Juli 2019, Taurus Sering Mengoda, Virgo Tebar Pesona, Pisces Romantis

Potret 10 Bangunan Masa Depan di Tokyo, Suguhkan Pemandangan Menakjubkan

ISTRI Selingkuh, Suami Syock dan Putuskan Bongkar dan Hancurkan Rumah yang Dibangun Susah Payah

Truk Kontainer Tabrak Puskesmas di Boyolali, Anak Bidan Tewas di Mushola

Syamsuardi, Kepala DPMPTSP Provinsi Kepri yang Dibawa Nurdin Basirun dari Karimun juga Diperiksa KPK

Download Lagu MP3 Bismillah Sabyan Gambus, Lengkap Lirik Lagu, Trending Youtube

Korban Pelecehan Malah Dipidana, Baiq Nuril Akhirnya Dapat Amnesti dari Jokowi

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beijing Peringatkan AS dan Inggris Tak Turut Campur Urusan Hong Kong".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved