Ini Jawaban Pihak Bos Besar Panbil Usai Diperiksa KPK di Mapolres Barelang

Ketiganya adalah Hartono alias Akau (Bos Citra Buana Group, pemilik Harbour Bay) dan Johannes Kennedy Aritonang (Bos Panbil Group), dan Kock Meng.

Ini Jawaban Pihak Bos Besar Panbil Usai Diperiksa KPK di Mapolres Barelang
ist
CEO Panbil Group Johannes Kenedy dan Gubernur Kepri Nurdin Basirun berbincang di Best Western Hotel, Selasa (13/6/2017), terkait ekspansi bisnis Panbil di Karimun. Panbil Group melalui anak perusahaanya PT Jaya Annurya Karimun juga reklamasi pantau seluas 100 Ha di Pulau Karimun, kampung halaman sekaligus kabupaten kepulauan dimana Nurdin dua periode menjabat bupati. 

“Pokoknya banyak-lah,” sebut Kock Meng, dan berlalu, naik ke kendaraannya.

Kepada Tribun Batam, Kamis (25/7) malam, pihak Johannes Kennedy enggan berkomentar banyak.

"Waduh jangan aku, ke legalnya saja. Nanti aku kasih kontaknya boleh," ujar seorang pria kepada wartawati Tribun, sekitar pukul 21.20 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, pukul 03.30 WIB, Jumat (26/7/2019), Tribun Batam belum juga mendapat akses ke bagian legal Panbil Grup.

Informasi yang diperoleh Tribun, Selasa (24/7/2019) lalu, satuan tugas penindakan KPK dari Korwil II Sumatera, juga mendatangi kantor Panbil Group di jalan Poros Batu Aji.

Rumah mewah ajudan Nurdin Basirun di Anggrek Mas 2, Batam
Rumah mewah ajudan Nurdin Basirun di Anggrek Mas 2, Batam (TRIBUNBATAM)

Juniarto Jadi Orang Dekat Nurdin Basirun, Punya Rumah Mewah dan Dapat Posisi Istimewa di Biro Umum

Kock Meng adalah atasan Abu Bakar, si penyuap. Saat KPK mendatangi rumahnya di Nagoya, Kock Meng, ternyata adalah pedagang mesin pompong (perahu tempel) di Nagoya.

Sedangkan Abu Bakar adalah nelayan asal Pulau Panjang, Batam. Hingga Jumat (26/7/2019) hari ini, sudah 15 hari berstatus tersangka dan diterungku di Rutan C-2 Gedung KPK Jakarta. Abubakar  bersama Nurdin Basirun, Edy Sofyan (Kadis Kelautan dan Perikanan Kepri) dan Hartono Budi, pejabat eselon III di DKP Kepri, bawahan Edy Sofyan,

Kock Meng adalah pengusaha perorangan, yang mendapat surat Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang Laut proyek reklamasi 6,2 Ha  di Tanjung Piayu, Kecamatan Seibeduk, 17 km sebelah timur Kota Batam.

Izin Prinsip Reklamasi itu diteken Gubernur Kepulauan Riau dalam surat bernomor: 120/0797/DKP/SET tertanggal 7 Mei 2019 lalu, atau 63  haris sebelum anak buah Kock Meng Abubakar, gubernur, dan dua bawahannya, ditangkap tangan KPK di Pulau Tanjung Pinang, ibu kota provinsi Riau.

Penulis: Anne Maria
Editor: thamzil thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved