Ini Jawaban Pihak Bos Besar Panbil Usai Diperiksa KPK di Mapolres Barelang

Ketiganya adalah Hartono alias Akau (Bos Citra Buana Group, pemilik Harbour Bay) dan Johannes Kennedy Aritonang (Bos Panbil Group), dan Kock Meng.

Ini Jawaban Pihak Bos Besar Panbil Usai Diperiksa KPK di Mapolres Barelang
ist
CEO Panbil Group Johannes Kenedy dan Gubernur Kepri Nurdin Basirun berbincang di Best Western Hotel, Selasa (13/6/2017), terkait ekspansi bisnis Panbil di Karimun. Panbil Group melalui anak perusahaanya PT Jaya Annurya Karimun juga reklamasi pantau seluas 100 Ha di Pulau Karimun, kampung halaman sekaligus kabupaten kepulauan dimana Nurdin dua periode menjabat bupati. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Gugus penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, sepanjang Kamis (25/7/2019) pagi hingga sore, melanjutkan tugas pemberkasan kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur (non aktif) Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun.

Tiga pengusaha asal Kota Batam, dimintai keterangan terpisah di Aula Rupatama, Lantai III Markas Kepolisian Resort Batam, Rempang, dan Galang (Barelang), Batam Center.

Ketiganya adalah Hartono alias Akau (Bos Citra Buana Group, pemilik Harbour Bay) dan Johannes Kennedy Aritonang (Bos Panbil Group), dan Kock Meng.

Kock Mengm pengusaha asal Kota Batam yang disebut-sebut masih terkait kasus suap Gubernur Kepri (non aktif) H Nurdin Basirun tiba-tiba muncul di Mapolres Barelang Kota Batam, Kamis (25/7/2019).
Kock Mengm pengusaha asal Kota Batam yang disebut-sebut masih terkait kasus suap Gubernur Kepri (non aktif) H Nurdin Basirun tiba-tiba muncul di Mapolres Barelang Kota Batam, Kamis (25/7/2019). (TRIBUNBATAM.id/Dipa Nusantara)

Keduanya, datang hampir bersamaan, dimintai keterangan sepanjang pagi hingga siang, dan pulang melalui jalur tak biasa, menjelang sore. 

Wartawan yang sudah menunggu sejak pukul 09.00 WIB, tak ada yang menyaksikan Hartono Akau dan John Kennedy datang dan pulang.

Pengusaha terakhir adalah Kock Meng (54), pengusaha asal Nagoya, Lubuk Baja, Batam.

Juru BIcara KPK Febri Diyansah belum memberi keterangan resmi apa status hukum ketiga “pihak swasta” ini. Apakah terperiksa sahaja, saksi, atau tersangka.

Berbeda dengan Bos Panbil dan Bos Kawasan Pelabuhan Harbour Bay, Kock Meng justru melintas di jalur yang dilalui 14 pejebat eselon II dan eselon III Pemprov Kepri, yang juga menjalani pemeriksaan sejak Rabu (24/7) hingga Kamis (25/7).

Polisi bersenjata lengkap berjaga di depan Kantor Dinas Perhubumgan Provinsi Kepri di Jalan Raja Haji Fisabilillah Kota Tanjungpinang, Selasa (23/7/2019). Menurut informasi yang dihimpun TRIBUNBATAM.id, ada tim Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor tersebut.
Polisi bersenjata lengkap berjaga di depan Kantor Dinas Perhubumgan Provinsi Kepri di Jalan Raja Haji Fisabilillah Kota Tanjungpinang, Selasa (23/7/2019). Menurut informasi yang dihimpun TRIBUNBATAM.id, ada tim Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor tersebut. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra)

Kock Meng datang dengan topi berwarna gelap, kemeja biru muda, berjaket dan mengenakan kacamata.

Kock Meng yang sehari sebelumnya, rumahnya didatangi KPK di kawasan Nagoya Center, saat ditanya wartawan, apa saja yang ditanyakan KPK selama hampir 5 jam diperiksa,

Halaman
12
Penulis: Anne Maria
Editor: thamzilThahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved