Karimun Terkini

Usai Dari Singapura, Tiga Bos Hotel Satria Dipanggil Polisi. Diduga Terkait Penganiayaan Richardo

Richardo merupakan kasir di Hotel Satria. Sementara ketiga terlapor adalah bos dari Richardo di hotel

Usai Dari Singapura, Tiga Bos Hotel Satria Dipanggil Polisi. Diduga Terkait Penganiayaan Richardo
Istimewa
ilustrasi penganiayaan 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Sehari usai pelaporan Richardo, seorang kasir Hotel Satria yang mengalami penganiayaan, Polisi akhirnya memanggil tiga pria terlapor, Senin (29/7/2019).

Richardo kepada polisi mengaku telah dipukul oleh ketiga terlapor karena merekam kecurangan permainan judi pimpong di Hotel Satria.

Richardo merupakan kasir di Hotel Satria. Sementara ketiga terlapor adalah bos dari Richardo di hotel yang berada di Kelurahan Tanjungbalai, Kecamatan Karimun.

Merekam Kecurangan Permainan Judi Pimpong. Seorang Kasir Hotel Mengaku ke Polisi Dipukul dan Difoto

Taksi Online & Konvensional Batam Bentrok Lagi, Dishub Kepri Pastikan Izin Prinsip Segera Terbit

Warga Anambas Kesulitan Air Bersih, Anggota Dewan Langsung Semprot Abdul Haris: Perhatikan SPAM

Di sebuah kamar di lantai empat Hotel Satria, Richardo dipukul, ditelanjangi dan difoto. Ia berhasil kabur setelah meminta izin ke kamar mandi.

Setelah beberapa hari membuat laporan polisi, Richardo dan kuasa hukumnya sempat melakukan konfrensi pers di Kota Batam.

Dijelaskan Lulik, berdasarkan kronologis dalam laporan Richardo, setelah mengalami penganiayaan, pengeroyokan dan pengancaman menggunakan senjata tajam, Ia lari ke Hotel Golden Karimun dan kemudian pindah ke Hotel Wiko Karimun.

"Pengajuan terlapor ada pengeroyokan, pengancaman dan penganiayaan. Kita akan cocokan alibi dan fakta-faktanya," terang Lulik.

Ketiga pria ini masing-masing berinisial Bi, Mi dan Ay. Mereka dilaporkan karena diduga telah memukul seorang pria bernama Richardo pada Minggu (14/7/2019) malam di sebuah kamar Hotel Satria, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

"Baru hari ini (datang). Kemarin kita komunikasikan, masih di Singapura," kata Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara saat dijumpai di Mako Polres Karimun, Senin sore.

Lulik menyebutkan pihaknya telah menerima laporan yang dibuat Richardo pada Jumat (26/7/2019). Richardo juga telah memberikan keterangan dalam laporan polisi Nomor LP-B/92/VII/2019/Kepri/SKPT-RES KARIMUN.

"Terlapornya tiga. Laporanya di sini (Polres Karimun) Jumat malam. Pelapor si Richardonya," jelas Lulik.

Saat ini pihak kepolisian masih dalam proses penyelidikan. Terkait kedatangan ketiganya baru dimintai klarifikasi atas undangan penyidik.

Selanjutnya, tambah Lulik, pihaknya akan meminta keterangan para saksi. Penyidik juga akan mencocokan alibi dari terlapor dan pelapor dengan fakta-fakta.

"Kita baru lidik. Kalau keterangan itu sudah di BAP," ujar Lulik. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved