Demo Hong Kong Rusuh Lagi, Demonstran Diserang Tembakan Kembang Api oleh Kelompok Tak Dikenal

Saat para pendemo mengepung markas kepolisian, mereka diserang oleh kelompok tak dikenal menggunakan kembang api yang ditembakkan dari dalam mobil.

South China Morning Post
Para pendemo Hong Kong diserang oleh kembang api saat berdemo di depan kantor polisi, Rabu (31/7/2019) dini hari, oleh kelompok tak dikenal 
 
TRIBUNBATAM.ID, HONG KONG - Rusuh akibat demo Hong Kong belum berhenti. Selain aksi baku pukul dan lempar dengan polisi, para pendemo juga mendapat serangan tak terduga pada Rabu (31/7/2019) dini hari.
Saat para pendemo mengepung markas kepolisian, mereka diserang oleh kelompok tak dikenal menggunakan kembang api yang ditembakkan dari dalam mobil.
South China Morning Post melaporkan, enam orang terluka oleh serangan kembang api yang ditembakkan ke arah kerumunan tersebut.
Tidak diketahui, siapa kelompok penyerang tersebut, tetapi diduga masih dari kelompok putih yang menyerang demonstran di stasiun kereta api Yuen Long, beberapa waktu lalu.

Inilah Rangkaian Foto Insiden Kebakaran KM Sembilang di Karimun, Foto Nomor 8 Buat Air Mata Meleleh

Limbah Medis Dibuang Sembarangan, Jefry: Bukan Hal Sulit Melacak Pembuangnya

Haris Simamora Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Divonis Hukuman Mati

Para pendemo mengepung Kantor Polisi Kwai Chung, sejak Selasa sore. Meskipun para petugas membubarkan massa menggunakan semprotan merica dan gas air mata, namun para pendemo tak surut.
Mereka terus merangsek markas polisi, menunggu 44 demonstran yang ditangkap sebelumnya dibebaskan.
Kelompok beranggotakan 44 orang yang dituduh melakukan kerusuhan adalah di antara 49 orang yang ditangkap.
Terdiri dari 32 pria dan 17 wanita, berusia antara 16 dan 41 tahun. Mereka ditahan selama bentrokan dengan polisi di pusat kota pada hari Minggu.
Para demonstran yang ditengkap ini akan dituntut di pengadilan Rabu hari ini dan merupakan dakwaan pertama terhadap pendemo selama dua bulan aksi.

Ketegangan juga berkobar di Kantor Polisi Tin Shui Wai, tempat kerumunan lain berkumpul setelah dua orang ditangkap di Lennon Wall tak jauh dari kantor polisi tersebut.
Sekitar pukul 2.30 pagi, sebuah kendaraan melaju melewati Kantor Polisi Tin Shui Wai dan menembakkan kembang api ke arah kerumunan, membuat orang-orang berteriak panik dan berlari mencari perlindungan.
Insiden itu mengakibatkan enam orang terluka.

Seorang saksi mengatakan bahwa kawasan itu dipenuhi dengan residu kembang api.
Lima dari yang terluka dirawat di Rumah Sakit Tin Shui Wai, sementara seorang lagi menolak perawatan medis. Otoritas Rumah Sakit mengatakan pada hari Rabu pagi kelima orang itu telah dipulangkan.
Sumber di tempat kejadian di Kwai Chung mengatakan, ketegangan meningkat ketika sekelompok petugas menanggapi laporan seorang pria pingsan akibat diserang oleh pengunjuk rasa.
Polisi pun menembakkan semprotan merica kepada para pendemo.
Para pengunjuk rasa melemparkan botol dan payung ke arah petugas polisi yang dikerahkan untuk menemukan seorang pria yang pingsan di dekat stasiun MTR Kwai Fong.
Polisi tidak hanya terlibat bakuhantam dengan demonstran, tetapi juga mewnyerangt para jurnalis yang meliput demo di lapangan.
Seorang jurnalis dari Apple Daily dilaporkan terluka di bagian wajah akibat diserang oleh petugas menggunakan perisai.
Dalam sebuah pernyataan bersama, Asosiasi Jurnalis Hong Kong dan Asosiasi Fotografer Pers Hong Kong mengutuk polisi atas tindakan kekerasan terhadap wartawan tersebut.

Akibat Demo Perdagangan Hong Kong Lumpuh, Kami Mungkin Tak Bisa Rayakan Natal

Para Pendemo Hongkong Kuasai Stasiun MRT, Warga Dihalangi Naik Kereta

Limbah Plastik Mengandung B3 Akhirnya Direekspor, Negara Tujuan Hongkong dan Prancis

Seorang petugas juga melambaikan tongkatnya ke arah jurnalis Now TV, kata pernyataan itu, dan mengancam akan memukulnya.
Rusuh Menjelang Malam

Kerusuhan demonstrasi di Hong Kong semakin menjadi-jadi setelah polisi mulai betindak represif untuk membubarkan massa yang tisak berhenti berdemo.
Kekacauan, gas air mata, dan penangkapan mewarnai aksi demo tersebut.
Polisi menyemprotkan cairan merica kepada pendemo (SCMP)
Beberapa kali, para pendemo melakukan perlawanan dan mendesak petugas untuk mundur. Namun di lain waktu dan tempat, para pendemo yang "bersenjatakan" payung, juga dipukul mundur oleh gas air mata.
Petugas polisi dengan pakaian anti huru-hara juga terlibat bentrok di gerbang stasiun.

Pengunjuk rasa melemparkan benda-benda di stasiun dan petugas yang bersenjatakan tongkat dan perisai berusaha membubarkan kerumunan pada pukul 10.40 malam.
Pra pendemo kabur ke dalam stasiun bawah tanah, namun tak lama kemudian petugas masuk ke stasiun.
Di luar kantor polisi, pengunjuk rasa berusaha untuk menjebak petugas di gedung dengan menempelkan payung ke salah satu gerbang yang dijaga petugas, kemudian menyerang dengan cat semprot.
Melewati tengah malan, pukul 12:45, Rabu, sebagian besar pengunjuk rasa yang ditangkap dibebaskan dengan jaminan, dan para pengunjuk rasa yang sebelumnya berkumpul di luar kantor polisi Kwai Chung kemudian membubarkan diri.
Polisi mengatakan penyelidikan aktif sedang dilakukan dan pasukan tidak akan mengesampingkan kemungkinan penangkapan lebih lanjut.
Pada hari Minggu, sebuah unjuk rasa di Chater Garden berakhir dengan bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa di pusat kota.
Demonstran melemparkan benda-benda ke petugas dan membakar benda-benda di jalanan.
Petugas menembakkan gas air mata, peluru karet dan granat spons untuk membubarkan massa.
Sejak 12 Juni. ketika polisi pertama kali menggunakan gas air mata, peluru karet, dan granat spons untuk membubarkan pengunjuk rasa, sekitar 200 orang telah ditangkap.
Di Hong Kong, kerusuhan bisa diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara berdasarkan Ordo Ketertiban Umum.
 Sebuah klip video menunjukkan para petugas dikejar oleh para pengunjuk rasa, yang melemparkan botol dan payung ke arah mereka di dekat stasiun.

Ada yang menarik dalam aksi demo kali ini.
Jika sehari sebelumnya para pendemo dikecam masyarakat karena memboikot kereta api dan menghalang-halangi warga naik MRT, namun pada Selasa, para pendemo justru membuat aksi simpatik.
Mereka membantu petugas stasiun dalam melayani penumpang dan bahkan membagi-bagikan masker kepada calon penumpang.
 
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved