Anak Usahanya Sempat Gagal Bayar, Toral Utang Duniatex Group Mencapai 18,6 Triliun

Satu anak perusahaan Duniatex, PT Delta Dunia Sandang Textile (DDST) gagal membayar pokok dan bunga pinjaman senilai US$ 11 juta yang jatuh tempo

Anak Usahanya Sempat Gagal Bayar, Toral Utang Duniatex Group Mencapai 18,6 Triliun
dok Duniatex
Salah satu pabrik tekstil Duniatex 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Pabrik tekstil terbesar di Indonesia, Duniatex Group, menghadapi beban yang cukup berat setelah perusahaan yang berbasis di Solo itu mengalami gagal bayar kewajiban jatuh tempo anak perusahaannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu anak perusahaannya, PT Delta Dunia Sandang Textile (DDST) gagal membayar pokok dan bunga pinjaman dalam sindikasi senilai US$ 11 juta yang jatuh tempo, pekan lalu.

Akibatnya, pada 16 Juli 2019 lalu, S&P memangkas peringkat surat utang tersebut dari BB- menjadi CCC-.

Tentu saja hal ini menimbulkan pertanyaan mengingat perusahaan ini memiliki sejumlah kewajiban yang nilainya tidak sedikit, termasuk jangka pendek.

Terdepak di MotoGP, Hafizh Syahrin Ingin Kembali ke Moto2. Tiga Tim Sedang Dijajaki

Hamza, Putra Osama bin Laden yang Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar Dilaporkan Tewas

Merek HP Presiden Jokowi Terungkap, Segini Harganya

Dilansir TribunBatam.id dari Kontan.co.id, Rabu (1/8/2019), hingga 25 Juli 2019 ini, utang Duniatex Group mencapai US$ 1,30 miliar atau setara Rp 18,61 triliun.

Dari nilai tersebut, utang terbesar berasal dari obligasi PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT) senilai US$ 300 juta atau setara Rp 4,26 triliun yang diterbitkan Maret 2019 lalu, dan akan kupon pertamanya akan jatuh tempo September mendatang.

Kemudian ada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) alias Indonesia Eximbank yang masih memiliki piutang bilateral senilai US$ 192 juta atau setara Rp 2,72 triliun.

Pabtik tekstil Duniatex Group
Pabtik tekstil Duniatex Group (dok Duniatex)

Selain secara bilateral, Eximbank juga berpartisipasi dalam pinjaman sindikasi ke PT Delta Dunia Textile (DDT) senilai US$ 15 juta.

Kemudian sindikasi yang diterima DMDT senilai US$10 juta, dan ada lagi sindikasi kepada PT Delta Dunia Sandang Textile (DDST) yang tak disebut nilainya.

Selain itru, ada sindikasi ke DDST yang hingga 25 Juli 2019 nilainya yang ditanggung masih US$ 156 juta atau setara Rp 2,22 triliun. Sindikasi ini diteken pada 7 November 2016 dengan nilai total US$ 260 juta.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved