Jumat, 5 Juni 2026

Anak Usahanya Sempat Gagal Bayar, Toral Utang Duniatex Group Mencapai 18,6 Triliun

Satu anak perusahaan Duniatex, PT Delta Dunia Sandang Textile (DDST) gagal membayar pokok dan bunga pinjaman senilai US$ 11 juta yang jatuh tempo

Tayang:
dok Duniatex
Salah satu pabrik tekstil Duniatex 

Lalu ada juga Woori Bank (US$ 3 juta), Yuanta Commercial Bank (US$ 10 juta), BNP Paribas SA (US$ 10 juta), Standard Chartered Bank (US$ 13 juta), Union Bank of India (US$ 18 juta), dan Woori Globa Market (US$ 7 juta).

Peringkat berikutnya pemilik eksposur kredit ke Duniatex Group per 25 Juli 2019 berasal dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI, anggota indeks Kompas100) senilai US$ 106 juta atau setara Rp 1,50 triliun.

Kemudian PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI, anggota indeks Kompas100) senilai US$ 101 atau setara Rp 1,43 triliun.

Kemudian ada lagi sindikasi yang diberikan kepada DMDT yang hingga 25 Juli 2019 nilainya masih US$ 81 juta atau setara Rp 1,15 triliun. Sindikasi ini bertajuk term loan yang diteken pada 20 Januari 2018 dengan nilai total US$ 215 juta.

Anggota sindikasi DMDT beserta porsinya adalah sebagai berikut: Standard Chartered Bank (US$ 40 juta), BNP Paribas SA (US$ 30 juta), ING Bank NV (US$ 30 juta), Malayan Banking Berhad (US$ 30 juta), Union Bank of India (US$ 20 juta), Taiwan Cooperative Bank Co Ltd (US$ 15 juta), Aozora Aisa Pacific Finance Ltd (US$ 10 juta).

Kemudian ada Indonesia Eximbank (US$ 10 juta), Shinhan Bank (US$ 10 juta), PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) (US$ 5 Juta), Bank of Panshin Co Ltd (US$ 5 Juta), NEC Capital Solutions Ltd (US$ 5 Juta), Shanghai Commercial & Savings Bank (US$ 5 Juta).

Sisa utang Duniatex Group merupakan kredit yang diberikan secara bilateral kepada kreditur. Berikut nama kreditur dan eksposurnya hingga 25 Juli 2019.

PT Bank Syariah Mandiri (Rp 552 miliar), Bank Shinhan (Rp 409 miliar), BNI (Rp 356 miliar), PT Bank BNI Syariah (Rp 300 miliar), PT Bank MNC International Tbk (BABP) (Rp 295 miliar), PT Bank Danamon Tbk (BDMN, anggota indeks Kompas100) (Rp 217 miliar).

Lalu PT Bank Permata Tbk (BNLI, anggota indeks Kompas100) dan Industrial and Commercial Bank of China (Rp 213 miliar), Bank Multiartha Sentosa (Rp 199 miliar).

Kemudian PT Bank BRI Syariah (Rp 179 miliar), Qatar National Bank (Rp 142 miliar), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA, anggota indeks Kompas100) (Rp 136 miliar), PT Bank Panin Syariah Tbk (PNBS) (Rp 112 miliar).

Berikutnya ada Bank Harda Internasional (Rp 75 miliar), BNP Paribas (Rp 65 miliar), PT Bank Mega Tbk (MEGA) (Rp 50 miliar), Bank Victoria Syariah (Rp 25 miliar), PT Bank Bukopin Tbk (BBKP, anggota indeks Kompas100) (Rp 25 miliar).

Sejumlah Bank Siapkan Restrukturisasi

Penurunan rating surat utang bertajuk senior unsecured notes milik PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT), anggota Duniatex Group oleh S&P bikin kreditur perseroan makin waspada.

Sebab surat utang yang diterbitkan pada Maret 2019 ini diterbitkan guna membayar utang DMDT ke perbankan.

Dalam prospektusnya, surat utang yang diterbitkan senilai US$ 300 juta, DMDT akan menerima dana bersih senilai US$ 291,3 juta setelah dipotong biaya-biaya.

Sumber: Kontan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved