BATAM TERKINI

CATAT! Sejak Oktober 2016 Tak Ada Lagi Program KSB di Batam, Jangan Tergiur Tawaran Beli Kavling

BP Batam mengingatkan untuk tidak tergiur dengan iming-iming penjualan tanah kavling di Batam dengan dalih memiliki dokumen atasnama BP Batam.

CATAT! Sejak Oktober 2016 Tak Ada Lagi Program KSB di Batam, Jangan Tergiur Tawaran Beli Kavling
TRIBUNBATAM.ID/LEO HALAWA
Tanah hutan lindung yang disulap PT Prima Makmur Batam dan dijadikan kavling pemukiman warga kini memunculkan masalah baru. 

BP Batam sebagai pihak yang dibawa-bawa namanya dalam praktik penjualan kaveling ini, merasa punya tanggungjawab moral untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Agar masyarakat mengetahui duduk persoalan yang terjadi, dan tidak menjadi korban penipuan.

"Seperti untuk hutan lindung yang diubah menjadi kaveling, orang tahunya itu tugas BP Batam. Padahal hutan lindung bukan di kami. Kami punya tanggungjawab moral untuk menjelaskan itu," kata Dendi.

Sebelumnya saat rapat dengar pendapat di Komisi I DPRD Kota Batam, Kepala Bagian Administrasi dan Informasi Lahan Kantor Pengelolaan Lahan BP Batam, Yarmanis mengatakan, sejak 2016, BP Batam tidak mengeluarkan surat perizinan terkait peruntungan kaveling baru.

BP Batam hanya memproses kaveling-kaveling yang sudah ada sebelumnya. Lantaran ada proses yang belum selesai saat itu. RDP itu berkaitan dengan penjualan kaveling yang dilakukan PT Prima Makmur Batam.

"Jadi untuk persoalan ini, dari BP secara perizinan kita belum pernah keluarkan perizinan untuk pemberian kaveling," ujarnya.

Dari BP Batam juga mengimbau masyarakat untuk tidak merespon, jika ada penjualan kaveling yang disebarkan di media sosial.

Karena BP Batam sudah tidak menerbitkan perizinan terkait kaveling baru.

Menyoal kasus yang terjadi di PT Prima Makmur Batam, dari BP Batam juga sudah pernah melakukan penindakan di lapangan, berupa penghentian aktivitas.

Itu Februari 2017. Surat penghentian ditujukan atas nama Jazli, dan ditembuskan ke instansi terkait lainnya.

Halaman
123
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved