Minggu, 3 Mei 2026

Siswi TK Tewas Terjepit Gerbang Otomatis Sekolah, CCTV Merekam DETIK-DETIK Peristiwanya

Sisiw TK tewas saat sedang bermain di gerbang otomatis sekolahnya usia pulang sekolah. Peristiwa itu terekam CCTV

Tayang:
kolase
TEREKAM CCTV DETIK-DETIK Siswi TK Tewas Terjepit Gerbang Otomatis di PGRA Al Haq Margahayu Bandung 

TRIBUNBATAM.id - Seorang siswi TK tewas saat bermain dengan temannya.

Siswi TK itu tewas usai bermain setelah pulang sekolah.

Siswa TK tersebut bernama Syakira, siswi PGRA Al Haq Margahayu, Kabupaten Bandung.

Sisiwi TK itu  meninggal dunia setelah terjepit gerbang otomatis di sekolahnya.

Saat kejadian, Selasa (30/7/2019) siang, siswa TK tersebut sedang bermain setelah pulang sekolah.

Ia bermain di sekitar gerbang otomatis di lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

5 Bulan Menikah Apakah Syahrini Hamil? Istri Reino Barack Beri Jawaban Menggembirakan

ZODIAK CINTA AWAL BULAN Ramalan Zodiak Cinta Kamis 1 Agustus 2019: Asmara Leo Sepi, Taurus Hangat

Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul dan Wakilnya Hj Rahma Antar JCH Tanjungpinang, Ini Pesan Syahrul

HEBOH WANITA Korban Pemerkosaan Bakar Diri Sendiri di Kantor Polisi, Suami Ungkap Jeritan Hati

Kejadian terjepitnya Syakira itu disebut terekam CCTV sekolah.

Syakira sempat dilarikan ke Rumah Sakit Sulaeman Margahayu, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Bocah perempuan itu meninggal dunia.

Kapolsek Margahayu Kompol Agus Wahidin mengatakan, kejadian yang menimpa bocah malang ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

"Saya baru dapat informasi pukul 16.00 WIB lebih. Saat kami ke TKP memang betul ada kejadian kecelakaan kejepit sama pintu gerbang otomatis, menggunakan alat penggerak tombol," katanya melalui telepon seluler, Rabu (31/7/2019).

Agus mengatakan, korban lepas dari pengawasan orangtuanya. Sehari-hari korban diantar sekolah oleh sang nenek.

"Kebetulan tombol itu di dalam itu gerbang bukan ke tempat TK tapi ke MTs, jadi ke TK terbuka. Saat saya ke sana korban sudah tidak ada sudah dibawa pihak keluarga," katanya.

Pihaknya juga sempat mendatangkan INAFIS Polres Bandung, namun pihak keluarga menolak untuk dilakukan penyelidikan.

"Keluarga keberatan untuk diambil gambar juga. Karena sudah menyatakan sebagai musibah. Takdir dari Allah dan menolak untuk diotopsi," jelasnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved