Wapres Jusuf Kalla: Pemerintah Setuju Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Defisit BPJS Kesehatan akan terus membengkak bila tak ada perubahan dalam jumlah iuran. "Masyarakat harusnya menyadari bahwa iurannya rendah."

Wapres Jusuf Kalla: Pemerintah Setuju Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
tribunbatam/aminnudin
Kepala Kantor BPJS Kesehatan wilayah kerja Bintan Anggriyani Dahlan memperlihatkan kartu KIS BPJS Kesehatan, beberapa waktu lalu 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Defisit terus-menerus yang diderita BPJS Kesehatan berpotensi membengkak sehingga Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas, Senin lalu.

Berbagai masalah diurai, termasuk sejumlah hal yang harus dilakukan oleh BPJS Kesehatan untuk mengatasi defisit tersebut karena pemerintah tidak mau terus-menerus menambal lembaga penjaminan kesehatan nasional itu.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa Presiden Jokowi meminta kinerja dan pengawasan BPJS harus diperbaiki, termasuk mengontrol dugaan kecurangan klaim dari rumah sakit.

Selain itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa pemerintah juga menyepakati kenaikan usulan premi BPJS Kesehatan.

Wacana Ibukota Pindah ke Kalimantan, Ini Kata Pengamat dan Pengusaha Properti

LVS Investasikan Rp 46,8 Triliun untuk Perluas Marina Bay Sands Singapura

Senator Malaysia Usulkan Aturan Perlindungan bagi Pria dari Rayuan dan Pakaian Wanita

"Kemarin ada beberapa hal yang dibahas dan prinsipnya kami setuju, namun perlu pembahasan lebih lanjut," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.

Pertama, menurut Kalla, pemerintah setuju untuk menaikkan iuran.

"Tapi berapa naiknya, nanti dibahas oleh tim teknis, nanti akan dilaporkan pada rapat berikutnya. Setuju naik, besarannya nanti dibahas," ucap dia.

Menurut Kalla, masyarakat harus menyadari bahwa premi BPJS Kesehatan saat ini sangat rendah. Jumlah tersebut tak cukup untuk membiayai proses pengobatan dan perawatan peserta BPJS Kesehatan.

Ia menambahkan, defisit BPJS Kesehatan akan terus membengkak bila tak ada perubahan dalam jumlah iuran.

"Masyarakat harusnya menyadari semuanya bahwa iurannya itu rendah," ujar Kalla.

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved