5 Fakta Gempa Banten, dari Daerah yang Merasakan hingga Alasan Terasa Sampai Yogyakarta
Ada 5 faktar seputar gempa yang terjadi di Banten, dari daerah yang merasakan hingga alasan kenapa gempa bisa terasa sampai Yogyakarta.
TRIBUNBATAM.id - Fakta-fakta yang terjadi ketika gempa bumi di Banten, Jumat (3/8/2019) pukul 19.03 WIB.
Diketahui bahwa gempa yang menggucang wilayah Banten bermagnitudo 7,4.
Berpusat di 164 km arah barat daya kota Pandeglang, Banten, pada kedalaman 48 kilometer hingga muncul peringatan berpotensi Tsunami.
Peringatan dini tsunami dicabut oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pukul 21.35 WIB.
Berikut beberapa fakta seputar gempa Banten ini:
• 6 Fakta Gempa Banten, Anies Baswedan Sekuat Tenaga Lari Keluar Gedung & Lampu Mati Di Pandeglang
• Bacaan Doa Saat Terjadi Gempa Bumi, Lengkap dengan Artinya
• Ramalan Zodiak Kesehatan Sabtu 3 Agustus 2019, Cancer Overaktif, Gemini Moody Abis, Virgo Malas
• ZODIAK HARI INI, Ramalan Zodiak Sabtu 3 Agustus 2019, Virgo Berhati-Hati, Capricorn Fokus Gaya Hidup
1. Daerah yang merasakan gempa
Gempa yang terjadi tak jauh dari Selat Sunda ini terasa hingga ke beberapa daerah, seperti Jakarta, Depok, Bekasi, Sumedang, Yogyakarta, Solo, Malang, hingga Denpasar.
Durasi gempa di masing-masing wilayah ini berbeda-beda.
Sempat terjadi kepanikan di Sumedang, Jawa Barat, karena gempa yang dirasakan. Di Depok, guncangan terasa selama 15-20 detik.
Pantauan BMKG, guncangan terjadi di Lebak dan Pandeglang IV-V MMI; Jakarta III-IV MMI; Bandung, Serang, Bekasi, Tangerang, Bandar Lampung, Purwakarta, Bantul, Kebumen II-III MMI; Nganjuk, Malang, Kuta, Denpasar II MMI.
• Oknum Anggota TNI Mutilasi Kasir Indomaret, Terungkap Sosok Serli Kekasih Lain Prada DP
2. Lempeng Indo-Australia
Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, gempa bumi yang mengguncang sebagian wilayah selatan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa dipicu adanya deformasi batuan Lempeng Indo-Australia.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia," kata Daryono, Jumat malam.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dipicu penyesaran oblique yaoti kombinasi gerakan mendatarr dan naik," lanjutnya.
Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa tektonik di Samudera Hindia Selatan Selat Sunda.