DEMO HONG KONG

Demonstran Kabur Masuk Kampung, Penduduk Jadi Pahlawan, Bertempur Melawan Gas Air Mata Polisi

Para demontran garis keras kabur ke perkampungan itu karena mendapat perlindungan dari penduduk yang berani menjadi martir unhtuk menghalau polisi.

South China Morning Post
Wong Tai Sin, sebuah pemukiman padat di Hong Kong menjadi medan pertempuran. Warga sipil keluar untuk melindungi demonstran dari serbuah gas air mata dari polisi. 

TRIBUNBATAM.ID, HONG KONG - Penduduk Wong Tai Sin di pinggiran Kota Hong Kong yang terbiasa dengan asap dupa di sejumlah kuli di desa tersebut, saat demo Hong Kong menjadi pertempuran yang hebat.

Desa itu juga dipenuhi asap, tetapi bukan asap dupa, melainkan gas air mata yang ditembakkan polisi ke arah demonstran yang kabur dan melarikan diri ke perkampungan yang terkenal dengan kuil Dewa Tao untuk penyembuhan. 

Para demontran garis keras kabur ke perkampungan itu karena mendapat perlindungan dari penduduk yang berani menjadi martir unhtuk menghalau polisi.

Di tengah malam, polisi dengan peralatan anti huru-hara penuh menggunakan gas air mata, semprotan merica, dan pentungan untuk membubarkan massa yang marah pada Sabtu malam.

Pemimpin Eksekutif Hong Kong: Saya Tidak Akan Mundur oleh Tuntutan Kelompok Ekstrim

Hong Kong Lumpuh oleh Mogok Massal, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Fakta-Fakta Pria Keturunan Prancis Lolos Seleksi Catar AKMIL Magelang, Panglima TNI Dibikin Kagum

Petugas polisi akhirnya mundur karena untuk menghindari konflik dengan penduduk.

Sebagian mereka tidak memiliki alat pelindung untuk menghadapi gas air mata, berteriak dan memaki para polisi.

"Wong Tai Sin tidak menerimamu, pergilah!" Teriak mereka kepada polisi, "Apakah Anda tahu kami punya anak di rumah? Pergi sekarang! Kami tidak ingin Anda di sini! "

Polisi berhadap-hadapan dengan penduduk (SCMP)

Ada berbagai pemandangan unik dalam demo anti-pemerintah di Hong Kong selama dua bulan yang penuh konfrontasi itu.

Ada warga yang memadamkan tabung gas air mata menggunakan piring aluminium yang biasa digunakan untuk mengukus ikan.

Ada juga beberapa emak-emak yang tiba-tiba berada di garis depan dan membentak polisi, "Kenapa kau menyerang mereka? Mereka masih anak sekolah dan di antara orang yang kau serang itu juga ada anakmu!" teriak mereka.

Berbagai aksi penduduk sipil yang melindungi para demonstran ini menyulitkan polisi.

Di Wong Tai Sin, warga menyatakan bahwa mereka siap mati untuk melindungi para demonstran sehingga Kepala Inspektur Senior Yolanda Yu Hoi-kwan akhirnya mengalah dan pergi.

Kerusuhan di Wong Tai Sin mengakhiri hari kekacauan protes yang lebih luas di pusat-pusat perdagangan Mong Kok dan Tsim Sha Tsui di jantung Kowloon pada Sabtu malam.

Hal ini juga membuat kawasan itu menjadi titik strategis para pendemo hingga saat ini.

Setelah puluhan ribu berunjuk rasa secara damai menentang undang-undang ekstradisi yang kini ditangguhkan pemerintah, para pemrotes mengambil alih jalan di Yau Ma Tei dan Tsim Sha Tsui.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved