Kisah Heroik Ibu dan Ayah, Tewas Jadi Perisai bagi Bayinya saat Penembakan Massal di Swalayan Texas
Penembakan massal di toko swalayan Walmart di El Paso, Texas, Sabtu (3/8/2019) yang menewaskan 20 orang memunculkan kisah heroik dan menggetirkan
Sementara Paul dibawa ke rumah sakit anak.
Namanya disamarkan dengan nama Baby John Doe dan menderita patah tulang di bagian jari dan luka lecet.
Paul sudah diserahkan kepada kakek neneknya MInggu.
Suami istri itu dilaporkan baru saja merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang pertama empat hari sebelum penembakan terjadi, dan Jordan diketahui punya dua anak dari hubungan sebelumnya.
Terry melanjutkan karena kejadian itu, kini Paul menjadi yatim piatu. "Namun kami akan berusaha sekuat kami untuk mengingatkannya tentang orangtua hebat yang dia punya," tegasnya.
Adapun Tito meminta warga supaya mendoakan dua kakak ipar dan keluarganya.
"Kami juga berdoa agar orang sakit jiwa agar dia dibebaskan dari setan," kecamnya.
Dia bercerita, kakaknya berubah setelah bertemu dengan Jordan. Dahulu, dia dikenal mempunyai masalah dengan narkoba dan bermasalah di bidang hukum.
"Jordan adalah penopang hidup Andre," terang Tito. "Ketika dia bertemu Jordan, dia mempunyai alasan untuk berada di hidup yang benar demi istrinya," lanjutnya.
Dua Penembakan Massal Dalam 24 Jam

Amerika Serikat diguncang dua insiden penembakan massal selama akhir pekan kemarin dengan jarak yang kurang dari 24 jam.
Kedua insiden penembakan massal tersebut terjadi secara terpisah, yakni di El Paso, Texas, dan di Dayton, Ohio.
Jumlah total korban tewas dalam dua insiden tersebut 29 orang dan penembakan di Texas disebut-sebut termasuk yang terburuk dari 250 penembakan yang terjadi di AS sepanjang sejarah.
Dua insiden penembakan massal yang terpisah jarak hingga lebih dari 2.500 kilometer itu terjadi dalam jangka waktu kurang dari 24 jam.