Beda Harga Cabai Merah Antara Kabupaten Anambas dan Kota Tanjungpiang di Provinsi Kepri

Harga cabai di Anambas Capai Rp 150 ribu per kilogram, di Tanjungpinang harga cabai Rp 90 per kilogram.

Beda Harga Cabai Merah Antara Kabupaten Anambas dan Kota Tanjungpiang di Provinsi Kepri
TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra
Suasana Pasar Bintan Center Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri pada Senin (8/7/2019) 
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Harga cabai di Kabupaten Anambas, khususnya di Tarempa mencapai Rp 150 ribu per kilogram.
Tidak hanya cabai rawit, harga cabai keriting pun menembus Rp 150 ribu per kilogram.
Harga cabai ini diakui seorang pedagang ikan bakar, Delta (34).
Delta sendiri sudah megalami dampak dari harga cabai ini selama beberapa pekan terakhir.
Pasokan cabai dari luar Anambas, semisal Tanjungpinang, Batam dan Jakarta men‎jadi satu penyebab betapa mahal harga cabai.
"Bukan satu atau dua minggu.
Hampir 1 bulan ini harganya seperti itu," keluh Delta saat ditemui di Masjid Jamik Baiturrahim, Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri Selasa (6/8/2019). 
Seorang Pedagang Pasar Tradisional Botania 2, Toko Sahabat Dapur, Mimi menunjukkan harga cabai, Senin (5/8/2019).
Seorang Pedagang Pasar Tradisional Botania 2, Toko Sahabat Dapur, Mimi menunjukkan harga cabai, Senin (5/8/2019). (TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI)
Pria yang membuka usahanya sejak 2018 ini pun semakin dilema.
Di satu sisi, dia mengeluhkan harga cabai tersebut.
Namun di sisi lain, kebutuhan akan cabai dalam mendukung usahanya tidak bisa dihindari.
Cabai seharga Rp 100 ribu, menurut Delta, hanya mampu bertahan selama 3 hari.
Jumlah ini lebih cepat habis apabila pesanan sedang banyak. 
‎Peranan Perusahaan Daerah (Perusda) dinilainya penting dalam mendukung stabilitas harga dan ketersediaan barang pokok semisal cabai di Anambas.
Sayangnya, sampai saat ini keberadaan Perusda Anambas mati suri.
Perusda masih berkutat pada perubahan regulasi yang tidak kunjung usai antara Pemerintah Daerah dan DPRD. 
"Di sini seharusnya peranan Perusda. Sehingga harga bahan pokok dapat stabil," ungkap Delta.
Sebelumnya, cabai merah di Pasar Bintan Center Tanjungpinang tetap seharga Rp 90 ribu per kilogram.

Harga tersebut tidak berubah semenjak liburan lebaran lalu.

Biasanya cabai merah dijual dengan harga Rp 65 ribu per kilogram.

Anto (24) pedagang cabai mengatakan, bukan hanya cabai merah saja, saat ini jenis cabai lainnya semisal harga cabai rawit juga mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

 Ditangkap Karena Kasus Narkoba, Nunung Tak Lagi Ikut Syuting Ini Talkshow, Tanggapan Pihak NET TV

 INI Ramalan Zodiak Sabtu 20 Juli 2019 Cancer Fokus Kerjaan, Libra Sentimen, Leo Baper

 Arswendo Atmowiloto Meninggal Kanker Prostat, Kenali Gejala Awal hingga Makanan Pencegahnya

 Ramalan Zodiak Kesehatan Sabtu 20 Juli 2019: Gemini Perlu Istirahat, Cancer Jenuh Melanda

"Sekarang cabai rawit Rp 86 ribu per kilogramnya. Kalau normal harganya hanya Rp 40 sampai 50 ribu per kilogramnya," kata Anto kepada TRIBUNBATAM.id, Sabtu (20/07/2019).

Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat meninjau pasar Sri Karimun. Nurdin berharap manajemen semakin baik, Minggu (23/6/2019).
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat meninjau pasar Sri Karimun. Nurdin berharap manajemen semakin baik, Minggu (23/6/2019). (TRIBUNBATAM.id/Humas Pemprov Kepri)

Dia mengatakan, harga normal cabai hijau biasanya hanya Rp 30 ribu per kilogram.

"Sekarang harga cabai hijau Rp 60 per kilogramnya," sebut Anto.

 Cabut Laporan Polisi, Dirut Garuda Indonesia Ajak Rius Vernandes Review First Class

 Dikepung Pemberontak Tiga Malam Tanpa Sempat Tidur, Musuh Mundur Setelah Kopassus Tembakkan Mortir

 Soerang Anak di Cianjur Gali Makam, Jasad Ayahnya Dibawa Pulang Untuk Temani Adik 

 Datangi Rumah Tugino dan Siti Rahma, Anggota Polres Anambas Rawat Dua Orang Tua yang Stroke Ini

Sementara, jenis sayuran semisal wortel, dan tomat masing-masing masih seharga Rp 16 ribu per kilogram dan Rp 14 ribu per kilogram.

Harga cabai ini membuat pedagang ini tidak mau mengambil cabai dalam jumlah banyak.

Suasana Pasar Bintan Center Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri pada Senin (8/7/2019)
Suasana Pasar Bintan Center Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri pada Senin (8/7/2019) (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra)

Anto sendiri hanya memprioritaskan kebutuhan cabai para pelanggan saja.

"Kita ambil khusus pelanggan yang memang pasti setiap hari ambil cabai ke kita. 
Kalau untuk dijual hanya sedikit saja," sebut Anto.

 Cabut Laporan Polisi, Dirut Garuda Indonesia Ajak Rius Vernandes Review First Class

 Wawan Game  Sempat disangka Kecanduan Game Online, Pernah Dipasung Belasan Tahun

 Batam Jadi Tujuan Wisata MICE, Tuan Rumah Pertemuan Negara ASEAN

 Skuat 757 Kepri Jaya FC Masih Diisi Wajah Lama, Nanang dan Dimas Tetap Jadi Andalan

Lantas bagaimana pendapat para pelanggan dengan kenaikan harga cabai tersebut.

Anto menyampiakan seluruh pendapat seragam.

Semua pelanggan mengeluh dengan harga cabai.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun meninjau pasar di Kabupaten Natuna.
Gubernur Kepri Nurdin Basirun meninjau pasar di Kabupaten Natuna. (TRIBUNBATAM.id/Humas Pemprov Kepri)

"Kalau kita pedagang mau bilang apa lagi, soalnta naik harga cabai bukan pada kita.
Karena kita ngambil sama distributor juga sudah mahal. Karena pelanggan kebutuhan buat berdagang makanan. 
Mau tidak mau ya harus beli," sebut Anto. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)

 
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved