Jubir KPK ke Batam, Ajak Jurnalis Kota Batam Bekerja Sama Lawan Korupsi
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Febri Diansyah melakukan lawatan kerja di Batam, Selasa (6/8). Ia mengisi acara yang digelar Alian
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Febri Diansyah melakukan lawatan kerja di Batam, Selasa (6/8).
Ia mengisi acara yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam di Uniba. Bertajuk "Apresiasi Jurnalis Lawan Korupsi"
Puluhan wartawan dari berbagai media mengikuti acara itu.
Pria mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) itu memaparkan bagaimana cara untuk mencegah korupsi.
Sebelum pelaku dilakukan penindakan berupa penangkapan.
• Najib Razak Diberi Julukan Optimus Prime oleh Jho Low saat Mengatur Rekening Bank
• Kerja Sama HKTI dan BPJS Ketenagakerjaan, Petani Dapat Jaminan Kecelakaan dan Kematian
• Proyek Reklamasi di Batam Masih Berjalan, Pantai Ocarina Batam Centre Ikut Tercemar
• Pemakaman Mala, Pekuburan Bersejarah Tempat Kiai Maimun Dimakamkan & Keluarga Rasulullah Bersemayam
"Esensi pemberantasan korupsi itu adalah, penerimaan negara dibesarkan, meminimalisir pengeluaran negara.
Agar uang itu bisa digunakan untuk keperluan masyarakat. Jadi itu saja," katanya.
Febri berbicara sekitar 60 menit. Dia memaparkan bagaimana tatacara pemerintahan yang baik.
Termasuk membeberkan bagaimana pelaku suap APBD memainkan peranan. Untuk memperoleh keuntungan.
"Jadi dibutuhkan di sini kejelian. Teman-teman pers juga adalah sebagai perpanjangan tangan informasi kami. Untuk meminimalisir kejahatan korupsi," ujarnya.
Febri mencontohkan. Saat ini di Batam sedang hangat pembicaraan soal kuota rokok.
• Evaluasi Festival Padang Melang, Disparbud Anambas Temukan Kendala Minimnya Tempat Penginapan
• Berhias Ornamen Melayu, Walikota Batam Tinjau Pembangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah
• SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Indosiar PSIS Semarang vs Persipura Jayapura Liga 1 2019
• GM dan Manager Hotel di Batam Ditangkap Polisi, Pekerjakan Wanita Sebagai Pegawai Esek-esek
Sementara cukai rokok merupakan salah satu sektor penyumbang pendapatan negara.
"Harus kita tahu, berapa kuota. Berapa rokok yang dibutuhkan misalkan. Lalu kita kalikan dengan cukai. Jika ada kerugian dan kebocoran negara di sana, tentu ada pelanggaran. Ini yang harus dicegah sebelum diperangi," katanya.
Febri juga menyoroti soal reklamasi baru-baru ini di Batam, seperti yang menyeret Gubernur Kepri (non aktif) Nurdin Basirun dkk.
Dia mengatakan, sebenarnya proses perizinan reklamasi tidak serta merta dilakukan aktivitas sebelum izin ada.
"Ada izin dulu semestinya. Nah dalam proses juga, terdapat suap menyuap di sana. Ini yang mau kita perangi," ujarnya.
Usai acara itu giliran wartawan bertanya. Belasan pertanyaan dilemparkan wartawan ke Febri.
Termasuk peralihan hutan lindung yang disulap menjadi kavling siap bangun (KSB) dan beberapa persoalan lain di Batam.(tribunbatam.id/leo Halawa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/img_20190806_171253-1024x768.jpg)