Minggu, 12 April 2026

BATAM TERKINI

Proyek Reklamasi di Batam Masih Berjalan, Pantai Ocarina Batam Centre Ikut Tercemar

Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Kepri (non-aktif), Nurdin Basirun, masih menyisakan cerita bagi masyarakat Kota Batam. Akibat kasus ini,

Editor: Eko Setiawan
Tribun Batam/Bobi
Kondisi reklamasi yang membuat nelayan tradisional Batam terpinggirkan 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Kepri (non-aktif), Nurdin Basirun, masih menyisakan cerita bagi masyarakat Kota Batam.

Akibat kasus ini, isu lingkungan hidup di Batam pun kembali mencuat ke publik.

Beberapa titik di Batam turut mendapatkan perhatian akibat pengerjaan reklamasi di sekitarnya.

Salah satunya di Ocarina Batam Centre, Kota Batam.

Akibat pengerjaan reklamasi, air laut di sana pun mulai keruh.

Tak hanya itu, tanah di perairan laut pun juga mulai berlumpur.

OTT KPK di Kepri, Istri Abu Bakar Penyuap Gubernur Ajukan 2 Permohonan ke Jokowi

KPK OTT Nurdin Basirun di Rabu, Hari yang Sama Dilantik Jadi Gubernur Kepri, Inilah Sumpahnya

Walikota Batam Marah dan Pastikan Oknum PNS Dishub Batam Kena OTT Akan Dipecat

“Coba kita cek saja jika tak percaya,” ucap seorang nelayan saat mendampingi Tribun berkeliling dengan sampan di sekitar perairan sambil mencelupkan dayung miliknya ke dasar laut.

Benar adanya, saat diangkat, dayung itu pun dipenuhi lumpur.

Hal ini pun sangat disayangkan oleh nelayan itu.

Selain merusak keindahan laut, pengerjaan reklamasi juga berdampak bagi ekosistem laut.

“Dulu, di perairan ini nelayan sangat mudah untuk mencari udang, Ikan Kakap Merah, dan Ikan Kerapu. Sekarang susah, ya akibat itu (reklamasi),” ucapnya lagi dengan nada sedikit kesal.

Sudah Punya Perusahaan di 19 Negara, SEPCOIII Minati Investai di Batam

Tidak Hanya Pekerja, 2000 Petani Batam Bakal Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Live Streaming Indosiar PSIS Semarang vs Persipura Jayapura Liga 1 2019 Malam Ini Jam 18.30 WIB

Ia juga menyebutkan, sebelum pengerjaan reklamasi terjadi, dirinya bersama nelayan lain dapat membawa pulang uang sebesar Rp 200 ribu setelah menjual hasil tangkapannya.

Sekarang, ia hanya dapat membaw Rp 40 ribu.

“Itu pun kalau sehari itu dapat. Lebih banyak tidak ada hasil,” keluhnya lagi.

Pantaun Tribun di lokasi, laut di sekitar Ocarina Batam Centre memang cukup keruh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved