Tol Laut Masuk Anambas, Tapi Pengusaha Justru Pilih Kapal Swasta, Terungkap Alasannya

Kapal Tol Laut masuk ke Tarempa, Kabupaten Anambas, Provinsi Kepri. Tetapi pengusaha lebih memilih pakai kapal swasta. Begini alasannya.

Tol Laut Masuk Anambas, Tapi Pengusaha Justru Pilih Kapal Swasta, Terungkap Alasannya
tribun/septyanmuliahrohman
Kapal Tol Laut yang berusaha ditarik untuk dipindahkan dari tambatan perahu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kelautan Perikanan Kecamatan Siantan Rabu (17/2). Kapal berbobot 3000 GT itu berada di tambatan perahu itu diduga akibat angin dan gelombang laut yang cukup kuat di perairan Tarempa. Tribun/Septyan Mulia Rohman 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Kehadiran kapal Tol Laut kurang dimanfaatkan oleh pengusaha asal Kabupaten Anambas, Provinsi Kepri.

Sebab, ada tarif tambahan yang dikeluarkan untuk mengirim barang dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri.

Dalam surat yang dilayangkan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Anambas disebutkan, total biaya yang harus dikeluarkan untuk muatan di kontainer berpendingin sebesar Rp 14.787.529.

Sedangkan untuk penggunaan kontainer kering biayanya ‎menembus angka Rp 9.700.529. ‎

Jumlah ini disebabkan oleh adanya biaya tambahan Operasional Pelabuhan Pertama (OPP) dan biaya Operasional Pelabuhan Terakhir.

Biaya tambahan ini dikeluarkan oleh PT. Sarana Bandar Nasional (SBN) tahun 2019 serta ditandatangani oleh Direktur Operasi dan Pengembangan Usaha tentang tarif acuan cargo handling muatan kapal Tol Laut.

Setelah Tol Laut, Jokowi Berencana Gagas Tol Langit, Apa Itu Tol Langit? Simak Penjelasannya Disini

Efektif Turunkan Harga Barang, Pemerintah Bakal Tambah Tujuh Rute Baru Tol Laut

Kapal Tol Laut Sudah Beroperasi Lagi, Harga Kebutuhan Pokok Belum Stabil di Anambas

Kapal Tol Laut dan Pelni Tidak Masuk Anambas Akibat Cuaca, Pengusaha Mengeluh

Dalam surat bernomor 008/SBN/DIROP/01.II/2019 itu, ada kebijakan berupa biaya tambahan Operasional Pelabuhan Pertama (OPP) sebesar Rp 2.398.038.

Kemudian biaya Operasional Pelabuhan Tarakhir ‎(OPT) sebesar Rp 2.129.491 untuk container berpendingin.

Dengan itu, total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 9.287.529. ‎

Total angka ini jauh lebih tinggi dari besaran tarif sebelumnya yang mencapai Rp 4.760.000 untuk kontainer berpendingin.

Pertemuan masyarakat di kedai Wisma Tanjung yang difasilitasi oleh Rumpun Melayu Bersatu (RMB) Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (17/3/2016) malam kemarin. Pertemuan membahas tentang harga barang pokok yang tidak mengalami perubahan setelah masuknya kapal Tol Laut.
Pertemuan masyarakat di kedai Wisma Tanjung yang difasilitasi oleh Rumpun Melayu Bersatu (RMB) Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (17/3/2016) malam kemarin. Pertemuan membahas tentang harga barang pokok yang tidak mengalami perubahan setelah masuknya kapal Tol Laut. (tribunnews batam/septian)
Halaman
123
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved