Arianti, Wanita dengan Tumor Usus di Karimun Belum Bisa Dirujuk ke RSOB Batam, Ini Alasannya
Arianti (43), wanita penderita tumor usus di Karimun belum bisa dirujuk ke RS OB Kota Batam karena kondisi kesehatan menurun.
Tayang:
Editor:
Thom Limahekin
Huffington Post
Mulai Sekarang Jangan Lagi Taruh HP di Samping Bantal Saat Tidur, Bisa Sebabkan Tumor dan Sakit Otak
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Rencana pihak keluarga untuk membawa Arianti (43), penderita tumor usus untuk berobat ke Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) masih belum berhasil.
Setelah berniat untuk membawanya ke Batam pada Rabu (7/8/2019) pagi, kondisi wanita asal Karimun yang menderita tumor usus tiba-tiba menurun.
Ariati mendadak diserang demam tinggi dan sesak napas pada Selasa (6/7/2019) malam.
Sekitar pukul 22.00 WIB pihak keluarga melarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Kabupaten Karimun.
• Tumor Usus Buat Perut Wanita di Kabupaten Karimun Ini Terus Membesar, Begini Keluhan dan Gejalanya
• Kisah Pahit Ibu Asal Kepri yang Mengira Hamil Anak ke 7 Namun Ternyata Divonis Tumor Ganas
• Nopi Eka Prasetyo Pasien Tumor Tulang Belakang Dirujuk ke Awal Bross Batam Setelah 2 Tahun Menderita
• Pemuda Penderita Tumor Tulang Belakang Asal Karimun Dirujuk ke Awal Bross Batam
"Dia mendadak demam tinggi dan sesak napas.
Jadinya dibawa ke RSUD," kata Rohani, kakak Arianti yang dihubungi TRIBUNBATAM.id, melalui ponselnya.
Pihak keluarga belum mengetahui penyebab demam tinggi dan sesak nafas yang dialami secara mendadak oleh Arianti.
Saat ini pihak RSUD Muhammad Sani masih memberikan perawatan agar kondisi ibu enam anak itu membaik.
"Dokter bilang nanti saja ke Batam setelah kondisinya baik," ujar Rohani.
Diberitakan sebelumnya, Ariyanti, warga Rukun tetangga (RT) 2/Rukun Warga (RW) 3, Jalan Gang Paud Nur Gemilang, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) didiagnosa menderita tumor usus yang telah menjalar ke livernya.
Akibatnya, perut wanita berhijab yang sehari-hari berjualan di Kantin SMP Binaan Karimun tersebut membengkak seperti orang hamil.
Untuk mengurangi biaya pengobatan Arianti, pihak keluarga berharap ada tangan-tangan dermawan yang memberi bantuan. (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/taruh-handphone-di-samping-bantal.jpg)