TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Semakin hari perut Arianti binti Awang (44) warga Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) semakin membesar.
Kondisi wanita yang tinggal di Gang Paud Sungai Ayam, RT 02 RW 03, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu cukup memperihatinkan.
Arianti hanya bisa terbaring di atas sebuah kasur di ruang tengah rumahnya dengan tubuh ditutupi selimut.
Sekitar dua pekan ke belakang tubuh wanita berhijab tersebut tidak bisa lagi menerima nasi.
Setiap kali menelan nasi maka dia akan merasakan perutnya seakan ditusuk-tusuk.
Hasil jerih payah Rusli selama bertahun-tahun lenyap sudah. Penghasilannya sebagai tukang parkir di Pasar Puan Maimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri yang tidak seberapa itu selalu disisihkannya untuk ditabung. Namun, emas itu dijambret, Rabu 931/7/2019) subuh. (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)
Setiap hari dia hanya mengkonsumsi sereal dan jus buah.
Akibatnya, berat badan Arianti mengalami penurunan yang cukup drastis.
Sebelumnya ibu enam anak itu memiliki berat 98 kilogram dan saat ini hanya tinggal 71 kilogram.
Berdasarkan hasil scan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, diketahui Arianti menderita tumor usus yang telah menyebar hingga ke hatinya.
Suami Arianti, Budi Suryanto (46) menjelaskan istrinya mulai merasakan sakit setelah Hari Raya Idul Fitri lalu.
Namun perutnya mulai terlihat membesar baru sekitar satu bulan ini.
"Awal-awalnya kami mengira sakit mag.
Kalau dia merasa sakit selalu dibawa ke dokter," kata pria yang sehari-hari berjualan di SMP Negeri 2 Binaan Tebing Karimun saat dijumpai di rumahnya, Selasa (6/8/2019) sore.
Karena tidak kunjung sembuh, dokter kemudian melakukan ultrasonografi atau USG.
Pihak keluarga juga menyangka ada pembengkakan di dalam perut Arianti.
Dokter yang membuka praktik pribadi itu juga tidak dapat memberikan kepastian jenis penyakit Arianti.
Pihak keluarga kemudian disarankan membawa Arianti menjalani scan ke RSUD.