Tumor Usus Buat Perut Wanita di Kabupaten Karimun Ini Terus Membesar, Begini Keluhan dan Gejalanya
Warga Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menderita tumor usus. Begini keluhannya.
Editor:
Thom Limahekin
Huffington Post
Mulai Sekarang Jangan Lagi Taruh HP di Samping Bantal Saat Tidur, Bisa Sebabkan Tumor dan Sakit Otak
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Semakin hari perut Arianti binti Awang (44) warga Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) semakin membesar.
Kondisi wanita yang tinggal di Gang Paud Sungai Ayam, RT 02 RW 03, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu cukup memperihatinkan.
Arianti hanya bisa terbaring di atas sebuah kasur di ruang tengah rumahnya dengan tubuh ditutupi selimut.
Perutnya terlihat membesar seperti orang hamil.
• Nopi Eka Prasetyo Pasien Tumor Tulang Belakang Dirujuk ke Awal Bross Batam Setelah 2 Tahun Menderita
• Pemuda Penderita Tumor Tulang Belakang Asal Karimun Dirujuk ke Awal Bross Batam
• Istri Agung Hercules Menghela Nafas saat Sebut Sumber Biaya Pengobatan Tumor Otak: Berat Ngomong Ini
• Pria di Karimun Ini Tiba-tiba Lumpuh, Ada Tumor yang Tumbuh dan Mengenai Saraf kaki
Sekitar dua pekan ke belakang tubuh wanita berhijab tersebut tidak bisa lagi menerima nasi.
Setiap kali menelan nasi maka dia akan merasakan perutnya seakan ditusuk-tusuk.

Setiap hari dia hanya mengkonsumsi sereal dan jus buah.
Akibatnya, berat badan Arianti mengalami penurunan yang cukup drastis.
Sebelumnya ibu enam anak itu memiliki berat 98 kilogram dan saat ini hanya tinggal 71 kilogram.
Berdasarkan hasil scan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, diketahui Arianti menderita tumor usus yang telah menyebar hingga ke hatinya.
Suami Arianti, Budi Suryanto (46) menjelaskan istrinya mulai merasakan sakit setelah Hari Raya Idul Fitri lalu.
Namun perutnya mulai terlihat membesar baru sekitar satu bulan ini.
"Awal-awalnya kami mengira sakit mag.
Kalau dia merasa sakit selalu dibawa ke dokter," kata pria yang sehari-hari berjualan di SMP Negeri 2 Binaan Tebing Karimun saat dijumpai di rumahnya, Selasa (6/8/2019) sore.
Karena tidak kunjung sembuh, dokter kemudian melakukan ultrasonografi atau USG.
Pihak keluarga juga menyangka ada pembengkakan di dalam perut Arianti.
Dokter yang membuka praktik pribadi itu juga tidak dapat memberikan kepastian jenis penyakit Arianti.
Pihak keluarga kemudian disarankan membawa Arianti menjalani scan ke RSUD.
• Lewat Brand Flagship, OYO Hotels and Homes Incar Kalangan Millennial Aktif
• PLN Akan Potong Gaji Karyawan Untuk Bayar Ganti Rugi Korban Blackout
• Peringati Hari Kemerdekaan RI Batam Ogura Tawarkan Promo Hemat Beli 2 Hanya Rp 100 Ribu
• Tiga Penembakan Massal Tewaskan 34 Orang DSepekan, Trump Salahkan Video Game
"Setelah discan ternyata tumor usus yang sudah menyebar ke liver.
Kata dokter tidak bisa opeasi, tapi kemo di Batam," terang Budi.
Rohani, kakak Arianti menambahkan hasil scan keluar pada Jumat (2/8/2019) lalu.
Pihak RSUD menyarankan agar Arianti langsung dirujuk ke Batam.
Karena terkendala biaya, maka pihak keluarga belum dapat membawanya.
"Tapi kondisi keuangan kami juga susah.
Makanya di rumah saja dulu.
Berobat-berobat kemarin juga pakai uang pribadi," ungkap Rohani yang mendampingi adiknya.

Rencananya Arianti akan dibawa ke Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) Rabu (7/8/2019).
Pihak keluarga telah mengurus BPJS Kesehatan miliknya.
Namun demikian, keluarga juga masih akan membutuhkan biaya.
Bantuan terhadap Arianti juga telah mengalir dari sejumlah dermawan.
Pihak keluarga juga berharap uluran tangan untuk kesembuhannya.
Ketika disambangi di rumahnya, Budi memberikan nomor ponsel miliknya, yakni 082287548439. (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)