Harga Minyak Tengah Menguji Level US$ 50 per barel, Ini Kata Analisis
Penurunan harga minyak masih berlangsung. Bahkan, penurunan harga minyak Brent untuk pengiriman Oktober 2019 di ICE Futures nyaris mendekati 5%.
"Hari ini (harga minyak Brent) menjajaki level support US$ 50,55 per barel, sekaligus menjadikan harga terendah yang baru dalam tujuh bulan," jelasnya.
Apalagi, harga minyak Brent diakui telah jatuh 13% lebih sejak Trump mengatakan akan menaikkan tarif impor 10% terhadap barang China dan akan berlaku pada 1 September 2019 mendatang. Akibatnya, hampir semua ekuitas global anjlok secara bersamaan.
Peran faktor teknikal saat ini pun dianggap tidak akan berpengaruh banyak untuk melihat pergerakan harga komoditas.
Ini karena, kecemasan investor terhadap perkembangan kondisi global lebih mendominasi, tercermin dari naiknya permintaan untuk aset safe-haven seperti utang pemerintah.
Ady juga menilai ketegangan geopolitik di Teluk Timur Tengah mampu mengubah tatanan harga minyak dari yang sebelumnya masih di kisaran US$ 60 per barel.
"Namun, kondisi saat ini serba tidak pasti dan sulit untuk dibaca. Hampir semua investor mencari investasi yang rendah risiko seperti surat hutang negara dan logam mulia," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-harga-minyak-dunia.jpg)