Jalan Soekarno-Hatta di Anambas Tak Diperbaiki, Debu Jalanan Buat Warga Kena Infeksi Pernapasan

Debu dari jalan nasional Soekarno-Hatta di Kabupaten Anambas, Provinsi Kepri membuat banyak warga alami infeksi pernapasan.

Jalan Soekarno-Hatta di Anambas Tak Diperbaiki, Debu Jalanan Buat Warga Kena Infeksi Pernapasan
Tribun/Septyan Mulia Rohman.
Jalan Tarempa -Rintis yang masuk dalam jalan nasional. Pemerintah Pusat kucurkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk perawatan jalan nasional di Kecamatan Siantan ini. Foto diambil beberapa waktu lalu 
 
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Derita warga dan pengguna Jalan ‎Soekarno - Hatta di Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menghirup debu jalanan akan berlangsung lebih lama lagi.
Jalan nasional yang sedang dikerjakan itu molor dari target.
Lelang pembebasan lahan disebut kontraktor pelaksana menjadi penghambat mundurnya target pengaspalan jalan nasional ini.
Sebelumnya, jalan tersebut ditargetkan sudah rampung pada Agustus 2019. 
‎Kini pengaspalan kemungkinan baru bisa dilakukan pada September 2019.
Seleksi ulang pembebasan lahan di jalan akan dilakukan karena pada proses lelang pertama belum ada penawaran yang masuk ke Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Anambas.
Masa waktu lelang pertama dilakukan selama 45 hari. 
Suasana lalulintas di jalan nasional di kawasan Kijang
Suasana lalulintas di jalan nasional di kawasan Kijang (tribunbatam/aminnudin)
Peningkatan jalan sepanjang 1 kilometer dari Dusun Gudang Tengah ke arah Batu Tambun, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 
Peningkatan jalan sepanjang 1 kilometer ini merupakan proyek lanjutan.
Dananya sebesar Rp 8 miliar. Begitu pula dengan perbaikan kecil dari Batu Tambun ke Simpang Masjid Jamik sepanjang 2,3 kilometer. 
Preservasi rehabilitasi minor jalan Tarempa ke Simpang Rintis ‎dilakukan pada tahun anggaran 2018 yang bersumber dari APBN.
Adapun nilai kontrak proyek jalan itu mencapai Rp 10,516 miliar dengan waktu pelaksanaan 313 hari kalender.
"Lelang ke dua sudah dibuka.
Proyek peningkatan jalan tetap berjalan sesuai target," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Anambas itu, Khairul Anwar kepada sejumlah awak media, Kamis (8/8/2019). 
‎Debu jalanan selama ini dikeluhkan oleh warga dan pengendara motor yang melintas.
Untuk mengurangi jalan yang berdebu, kontraktor pelaksana menggunakan mobil tanki untuk menyiram jalanan.
Sulitnya air bersih ditambah curah hujan yang jarang turun ke Anambas, disebut menjadi penyebab mengapa jalan itu tidak lagi disiram. 
‎Infeksi pernapasan akut menjadi penyakit yang paling banyak diderita warga Anambas, Provinsi Kepri.
Data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Anambas menyebutkan, ada 597 orang yang menderita penyakit itu sejak Juni 2019.
Rinciannya terdiri dari 332 orang penderita laki-laki dan 265 orang penderita perempuan.
Jumlah penderita ini mengalami peningkatan dibandingkan data sebelumnya yang berjumlah 335 orang penderita.
Jalan mulus layaknya jalan protokol di Indonesia langsung terasa ketika anda memasuki Dusun Rintis, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri Kamis (1/8/2019) sekitar pukul 14.30 WIB.
Jalan mulus layaknya jalan protokol di Indonesia langsung terasa ketika anda memasuki Dusun Rintis, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri Kamis (1/8/2019) sekitar pukul 14.30 WIB. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)
Waktu itu ada 189 orang penderita laki-laki dan 146 orang penderita perempuan. 
Penyakit ini berasal dari bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan.
Penyakit ini bisa menular melalui batuk atau bersin.
Selain infeksi pernapasan akut, terdapat 9 penyakit terbesar selama Juni 2019. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)
 
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved