HEADLINE TRIBUN BATAM

Prabowo Hadiri Kongres PDIP di Bali, Jokowi Janji Menteri Buat PDIP Terbanyak

Presiden terpilih Joko Widodo menegaskan, PDI Perjuangan akan mendapat jatah kursi menteri paling banyak di Kabinet Kerja Jilid II periode 2019-2024.

Prabowo Hadiri Kongres PDIP di Bali, Jokowi Janji Menteri Buat PDIP Terbanyak
wahyu
halaman 01 tb 

"Dan tidak lupa juga sahabat saya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto," ucap Jokowi, disambut tepuk tangan para hadirin.

"Jangan didesak-desak terus saya sebut Pak Prabowo, pasti saya ingat," kata Jokowi bercanda, mengundang gelak tawa peserta dan tamu kongres.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga tak lupa menyapa para senior PDI Perjuangan, para pengurus partai di tingkat DPP, DPD dan DPC. Termasuk para tamu yang hadir dalam kongres tersebut.

Jokowi mengenakan busana adat Bali Agung berwarna merah maroon, aksesoris keris menempel di badan saat memberi sambutannya di podium.

Kader PDIP itu beralasan dia menggunakan pakaian kebesaran ala para raja-raja Bali untuk menghormati Bali yang memenangkan dia bersama Ma'ruf Amin dengan pencapaian 91,6 persen, pada Pilpres 2019. "Karena provinsi Bali 91,6 persen," kata Jokowi.

Jokowi bahkan sempat berkelakar dengan Prabowo. "Mohon maaf Pak Prabowo, saya sampaikan apa adanya," katanya disambut tawa hadirin termasuk Prabowo.

Seperti diketahui, di Pilpres 2019, pasangan Jokowi-Ma'ruf menyapu bersih suara di Bali, pasangan petahana tersebut meraih 2.351.057 suara atau 97,1 persen. Sedangkan, pasangan Prabowo-Sandi hanya meraih 213.415 suara atau 8,3 persen.

Menurut Jokowi, kemenangan di Pilpres tidak lepas dari kerja kerasa Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri dan seluruh kader PDIP. "Sekali lagi Alhamdulillah kerja keras ibu Megawati dan semua kader, dan PDI perjuangan menjadi partai pemenang di 2019," katanya.

Mantan Gubernur DKI dan mantan Walikota Solo itu mengaku semakin ganteng dengan menggunakan baju Agung Bali. "Bapak kok pakai baju adat Bali, kalau Bu Mega, saya bilang, kan cantik. Saya juga bisa bileng, saya ganteng," kata Jokowi.

Di penghujung sambutan, Jokowi memekikkan salam khas PDIP. "Merdeka, merdeka, merdeka."

Prabowo Disambut Meriah

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo disambut meriah kader PDIP Perjuangan saat hadir di Kongres V PDIP. Pantauan Tribun Network, Prabowo tampak mengenakan pakaian batik cokelat lengan panjang tiba di lokasi pembukaan Kongres V PDIP.

Kehadiran Prabowo disambut meriah dan tepuk tangan para kader PDI Perjuangan. Prabowo memasuki ruang kongres bersama sederet parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung Jokowi-Ma'ruf antara lain Airlangga Hartanto, Surya Paloh, Oesman Sapta Odang dan lainnya. Tampak juga menteri Kabinet Kerja, dan sejumlah tokoh nasional lainnya.

Kongres V PDIP dibuka pukul 13.00 Wita. Agenda utama dari Kongres V adalah pemilihan ketua umum baru, perumusan struktur DPP PDIP, dan penentuan arah politik serta kebijakan partai. Terkait ketua umum, diperkirakan akan mengukuhkan kembali Megawati sebagai pemimpin tertinggi partai.

Pada bagian lain Megawati menyinggung banyak pihak ingin diundang dalam kongres V di Denpasar. Bahkan ada yang mempertanyakan kenapa dirinya tak diundang ke Megawati.

"Masih sampai terakhir pun minta. 'Kenapa saya tidak diundang? Kenapa saya tidak diundang?'" cerita Megawati.

Megawati pun berkelakar mengenai enaknya menjadi partai pemenang Pemilu. "Terus saya bilang dengan Sekjen (Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Rred), enak loh. Gini loh To, kalau jadi pemenang terus loh, semua orang mau merapat," ucap Megawati disambut tepuk tangan para hadirin Kongres.

"Yang tidak kenal sama saya saja kalau ketemu, senyum manis, lalu salaman," ujar Mega presiden Ke-5 periode 23 Juli 2001 sampai 20 Oktober 2004.
Dia mengenang hal itu tidak dialaminya kala PDIP bukan partai pemenang pemilu. "Kalau dulu mana mau pak Jokowi. Saya sudah merasakan ditinggal orang," kata Megawati.

PKS Mendukung

Politikus PKS Nasir Djamil menilai kehadiran Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dalam kongres PDIP merupakan hal lumrah. Apalagi menurutnya komunikasi antara Prabowo dengan Ketua Umum PDI Megawati Soekarnoputri dalam beberapa hari teakhir ini cukup baik.

"PKS menilai bahwa itu lumrah Prabowo sebagai Ketum Gerindra memenuhi undangan PDIP. Jadi tidak ada yang perlu dipertanyakan, dipersoalkan, dikhawatirkan kehadiran pak Prabowo di kongres itu," kata Nasir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.

PKS menurut Nasir tidak khawatir apabila kemudian Gerindra merapat ke dalam koalisi pemerintah. Setiap partai memiliki kebijakannya masing-masing.

"Masing masing Parpol punya kebijakannya sendiri, kecenderungan nya sendiri, kesukaanya sendiri sehingga kita tidak bisa menolak atau mengekang partai yang dulu mendukung pak Prabowo kemudian bergabung ke pemerintahan, ya monggo saja silahkan saja, yang penting itu semua untuk kemaslahatan bangsa dan negara," katanya.

Menurut Nasir, PKS hanya berharap bahwa kongres PDIP dan kedatangan Prabowo ke kongres tersebut bertujuan untuk kebaikan bangsa dan rakyat Indonesia.

"Kita ucapkan selamat kongres untuk teman teman PDI Perjuangan ya, mudah mudahan hasil kongres itu menghasilkan rekomendasi yang memberikan keuntungan buat masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera pun memuji sikap Prabowo.

"Apresiasi pada Pak Prabowo yang selalu jaga silaturahim dengan banyak pihak," ujar Mardani, Wakil Ketua BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada pIlpres 2019.

Silaturahim biasa dilakukan Prabowo dengan semua tokoh bangsa dan partai politik. "Sebagai Ketua Dewan Pembina Gerindra yang selalu menjaga hubungan denga banyak pihak," jelas Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.

Apakah ini menjadi sinyal kuat Gerindra akan bergabung ke koalisi pendukung Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-KH Maruf Amin? Menurut Mardani, kehadiran Prabowo itu tidak bisa serta merta dimaknai sebagai bentuk masuknya Gerindra ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Apalagi jika itu dikaitkan dengan agenda Pemilu 2024 yang menurut dia masih sangat jauh. "Urusan koalisi dan oposisi semua masih dinamis. Tetap yakin Gerindra akan bersama PKS. Pemilu 2024 masih lama," kata Mardani Ali Sera. (Tribun Network/gil/yud/mal/fik)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved