Banyak Jaringan Pipa Air Minum di Karimun Bocor, Terungkap Alasan dari PDAM Tirta Karimun

Banyak Jaringan pipa Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bocor.

Banyak Jaringan Pipa Air Minum di Karimun Bocor, Terungkap Alasan dari PDAM Tirta Karimun
TRIBUN BATAM/ADIEF
Petugas PDAM Tirta Karimun sedang memperbaiki pipa 
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Jaringan pipa Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) perlu diremajakan.
 
Pasalnya jaringan pipa-pipa itu sudah dimakan usia.
 
Usia pipa-pipa tersebut sering menimbulkan kebocoran.
 
Bahkan kadang-kadang tanpa ada penyebab dari luar, pipa-pipa tersebut tetap mengalami kerusakan.
 
 
Dalam satu bulan kebocoran bisa terjadi hingga tiga kali.
 
Imbasnya adalah para pelanggan menjadi tidak dapat menggunakan air bersih selama perbaikan dilakukan.
 
Perbaikan pun terkadang membutuhkan waktu hingga berhari-hari.
 
Menurut Direktur Utama PDAM Tirta Karimun Indra Santo, umur jaringan pipa yang mengalirkan air ke rumah-rumah warga sudah berada di atas 20 tahun.
 
"Pipa itu sudah sejak 1999 lalu dibangun, dan satu bulan itu satu sampai dua kali bisa alami kerusakan.
Ini memang mengganggu pelayanan kita," kata Indra.
 
Indra menyebutkan untuk mengatasi masalah ini, jaringan pipa utama penyaluran air bersih tersebut haruslah diremajakan.
 
Jaringan pipa yang paling utama dilakukan peremajaan adalah pipa transmisi I yang menyalurkan air dari Sei Bati ke Bukit Tiung sepanjang sembilan kilometer.
 
Sebab, kondisi pipa induk ini yang mengalami kerusakan paling parah. 
 
Selanjutnya selain kualitas pipa, penyaluran air juga harus diimbangi dengan kekuatan dari pompa.
 
"Menurut perkiraan kita anggaran yang dibutuhkan itu capai Rp 12 miliar," ujar Indra.
Sejumlah petugas ATB sedang memperbaiki kerusakan pipa ATB di depan Cafe Kongkow Batam Centre, sejak Kamis (15/11/2018) siang sehingga mengakibatkan sebagian wilayah Batam Centre mengalami gangguan suplai air.
Sejumlah petugas ATB sedang memperbaiki kerusakan pipa ATB di depan Cafe Kongkow Batam Centre, sejak Kamis (15/11/2018) siang sehingga mengakibatkan sebagian wilayah Batam Centre mengalami gangguan suplai air. (TRIBUNBATAM.id/EKO SETIAWAN)
Penyaluran air akan lebih efektif jika dipasang jembatan jaringan di transmisi II yakni jaringan pendistribusian dari Sei Bati ke Bukit tembak dan Transmisi III dari Sei Bati Teluk Uma.
 
"Transmisi II dan III itu untuk perbaikan aksesoris atau jembatan pipa.
Untuk satu jembatan pipa dibutuhkan dana sebesar Rp 40 juta,.
Pada tranmisi II ada 5 Jembatan pipa dan Transmisi III ada 4 Jembatan Pipa.
Sementara kondisi pipa masih bisa bertahan 10 tahun," papar Indra. (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)
 
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved