Polemik Kuota Taksi Online, Dishub Batam Sebut 300 Kuota Untuk Tahap Awal, Mungkin Bisa Bertambah

Dinas Perhubungan Kota Batam menyebut sebanyak 300 Kuota taksi online di Batam itu tahap awal. Dan tidak menutup kemungkinan kedepan akan bertambah.

Polemik Kuota Taksi Online, Dishub Batam Sebut 300 Kuota Untuk Tahap Awal, Mungkin Bisa Bertambah
TRIBUNBATAM.id/Ganjar Witriana
Titik Penjemputan Taksi Online di Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Dinas Perhubungan Kota Batam menyebut sebanyak 300 Kuota taksi online di Batam itu tahap awal.

Dan tidak menutup kemungkinan kedepan akan bertambah.

Setelah resmi menerbitkan izin prinsip taksi online di Kota Batam, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri menanggapi masalah kuota yang diberikan pada driver.

Hal ini setelah banyak ketidakpuasan dari tiap driver taksi online di Batam.

“Kuota 300 itu adalah awal, tidak menutup kemungkinan akan ditambah. Maksimalkan dulu yang ada, jika memang berjalan baik akan kita tambah,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kepri, Frengki Willianto, Senin (11/8/2019) siang.

Frengki juga menegaskan, jika 13 badan usaha yang ada di Batam telah menyelesaikan seluruh persyaratan, pihaknya akan segera mengirimkan rekomendasi ke Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Kepri terkait penerbitan izin operasional taksi online.

“Tentu ini terjadi jika seluruh pengurusan administrasinya selesai,” terangnya.

Ia menjelaskan, untuk langkah awal, tiap badan usaha akan melakukan uji KIR di Dishub Kota Batam.

Pelaku Curanmor Ditangkap, Polisi Terus Buru Pelaku Lainya yang Masih Berkeliaran di Batam

VIDEO Detik-detik Kericuhan Timnas U-18 Indonesia vs Laos di Akhir Laga, Bagus Kahfi Kartu Kuning

Ponsel Ayahnya Dipakai Belanja Online Rp 140 Juta, Bocah Usia 6 Tahun Dihukum Lakukan Ini

 

Peringati Idul Adha 1440 H, BNI Syariah Cabang Batam Salurkan 8 Hewan Kurban

Adilla Berliana, Puan Kota Batam 2019, Bertekad Promosikan Batam Sampai ke Ujung Dunia

Banyak Jaringan Pipa Air Minum di Karimun Bocor, Terungkap Alasan dari PDAM Tirta Karimun

Setelah itu selesai, maka badan usaha juga harus menyegerakan untuk pengurusan Surat Penentuan Jenis Kendaraan (SPJK).

“Sebagai angkutan sewa khusus, berarti ada pemindahan dari angkutan pribadi ke angkutan penumpang. Setelah ini selesai, akan diberikan stiker dari Dishub,” tambahnya.

Selain itu, tiap badan usaha juga harus melakukan pengurusan kerjasama dengan pihak Jasa Raharja terkait asuransi penumpang.

Kemudian, surat kerjasama dengan aplikator pun juga harus disertakan dalam pengurusan izin operasional nantinya.

“Jika selesai semua, maka Dishub Batam akan mengirim surat rekomendasi kepada kami. Selesai, maka izin operasional berjalan dan taksi online jelas status hukumnya (legal),” sambung Frengki.

Waktu pengurusan sendiri diberikan kepada tiap badan usaha selama enam bulan ke depan.

Frengki mengajak kepada tiap badan usaha agar dapat memaksimalkan waktu pengurusan ini agar polemik taksi online dapat segera terselesaikan.

“Kita tidak ingin keributan terus terjadi,” tutupnya. (tribunbatam.id/dipanusantara)

Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved