Wanita dengan Tumor Usus di Kabupaten Karimun, Meninggal Dunia di RSOB Kota Batam, Simak Gejalanya

Wanita dengan tumor usus di Kabupaten Karimun akhirnya meninggal di RSOB Kota Batam setelah menderita beberapa bulan.

Wanita dengan Tumor Usus di Kabupaten Karimun, Meninggal Dunia di RSOB Kota Batam, Simak Gejalanya
Kompas.com/Hadi Maulana
Kisah Pahit Ibu Asal Kepri yang Mengira Hamil Anak ke 7 Namun Ternyata Divonis Tumor Ganas 
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Penderita tumor usus asal Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Riau), Arianti (43) meninggal dunia, Minggu (11/8/2019).
 
Wanita yang beramalat di Gang Paud Sungai Ayam, Rukun Tetangga (RT) 02 Rukun Warga (RW) 03, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu meninggal di Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB).
 
Berita duka tentang ibu dari enam orang anak itu dibenarkan oleh keponakannya, Reni.
 
Melalui pesan WhatsApps, Reni menyampaikan kabar duka tersebut.
 
 
"Innalillahi wainnalillahi roji’un,
telah berpulang ke rahmatullah bibik kami ARIYANTI BINTI AWANG NAJUM pada malam ini di RSOB Batam," tulis Reni.
 
Selaib itu Reni juga mengucapkan terima kasih kepada para dermawan yang telah memberikan bantuan terhadap Arianti ketika menjalani perawatan.
 
 
Dia juga meminta agar amal ibadah Arianti dapat diterima.
"Mohon doa tulus ikhlasnya kepada almarhumah agar segala amal ibadah dapat diterima Allah SWT dan mendapatkan tempat yang layak di surganya.
Terima kasih untuk semua yang telah berpatisipasi baik berupa doa maupun rezeki yang disisihkan.
Semoga Allah membalas semua niat baik kita," ujar Reni.
 
Diberitakan sebelumnya, Arianti yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kantin di SMP Negeri Binaan Tebing Karimun didiagnosis menderita tumor usus yang telah mejalar hingga ke levernya 
 
Perutnya terlihat membesar seperti orang hamil. 
 
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sampai mengantar sendiri warganya yang menderita tumor otak ke mobil ambulans, Selasa (18/6/2019) siang.
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sampai mengantar sendiri warganya yang menderita tumor otak ke mobil ambulans, Selasa (18/6/2019) siang. (Humas Pemprov Kepri)
 
Sekitar satu bulan sebelum meninggal, Arianti hanya bisa terbaring di sebuah kasur di ruang tengah rumahnya dengan tubuh ditutupi selimut. 
 
Karena penyakit tersebut, tubuh wanita berhijab tersebut tak lagi bisa menerima asupan nasi.
 
Setiap kali menelan nasi maka dia akan merasa perutnya seperti ditusuk-tusuk.
 
Setiap hari dia hanya mengkonsumsi sereal dan jus buah.
 
Arianti kemudian dibawa keluarga ke RSOB untuk perawatan lanjutan.
 
Namun dia meninggal beberapa hari setelah dirawat di sana.
Azzam mencium jasad sang istri, Fatin, yang meninggal di hari pernikahan mereka. Fatin dua tahun melawan kanker, namun Azzam tetap menikahinya
Azzam mencium jasad sang istri, Fatin, yang meninggal di hari pernikahan mereka. Fatin dua tahun melawan kanker, namun Azzam tetap menikahinya (Facebook)
Gejala Kanker Usus:
Kanker usus termasuk kanker yang mematikan. Jumlah penderita kanker ini juga terus meningkat dari waktu ke waktu.

Menurut penelitian, lebih dari 75-95% kanker usus terjadi pada orang yang terlibat dalam faktor genetik. Oleh karena itu, anda yang memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita kanker usus memiliki 2-3 kali lebih mungkin memiliki kanker usus juga.

Selain faktor genetik, kanker usus juga bisa disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, seperti sering mengkonsumsi makanan tinggi lemak, gula, makanan dengan pengawet dan lainnya.Kanker usus lebih umum untuk pria daripada wanita, orang tua daripada orang muda dan akan meningkat seiring bertambahnya usia.

1. Pendarahan di anus

Salah satu manifestasi paling nyata dari kanker usus adalah munculnya pendarahan di anus. Karena tinja akan melwati tumor, tidak hanya menyebabkan rasa sakit tetapi juga panas dan berdarah di daerah tersebut.

Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto melihat tumor ganday yang mengidap di tubuh anak Aditya Saputra (3) di RS Bhayangkara, Selasa (6/11/2108)
Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto melihat tumor ganday yang mengidap di tubuh anak Aditya Saputra (3) di RS Bhayangkara, Selasa (6/11/2108) (TRIBUNBATAM/ENDRA KAPUTRA)

2. Feses yang Tidak Normal

Ketika feses yang keluar berubah jadi tidak normal seperti berubah warna menjadi putih atau warna lainnya, bisa jadi ini tanda kanker usus berkembang ke tahap yang parah. Fenomena ini biasanya terjadi ketika tumor telah tumbuh besar dan terjepit ke pembuluh darah dan membuat feses tercampur darah atau dengan cairan abnormal lainnya.

3. Berat badan turun

Tumor atau kanker dalam usus juga mampu mengganggu hormon dan zat dalam tubuh, sehingga menyebabkan masalah kesehatan yang tidak Anda harapkan. Secara khusus, berat badan bisa mengalami penurunan drastis.

4. Sering Muntah

Tumor usus bisa menekan dan mengganggu sistem pencernaan, yang dapat menyebabkan rasa mual dan memicu rasa ingin muntah. Fenomena ini sering terjadi ketika tumor telah tumbuh besar, menekan bagian perut lainnya dan menyebabkan ketidaknyamanan pada rongga perut. (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved