Tokoh Masyarakat Kecam RS Graha Hermine Batam, Soal Disebut Tolak Pasien
RS Graha Hermine Kota Batam kembali bermasalah, kali ini komplalin kembali dilayangkan masyarakat kepadanya.
Bahkan, ia mengakui, bayi perempuan itu sempat menjalani perawatan di unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) milik RS. Graha Hermine Batam.
Bahkan Fajri membantah jika pihaknya disebutkan meminta Down Payment (DP) sebesar Rp 15 juta terhadap orangtua pasien, Rimansyah.
Menurutnya, RS. Graha Hermine Batam tidak pernah melakukan hal demikian, apalagi sampai mengharuskan pasien untuk segera membayarnya.
Fajri menjelaskan, mulanya kejadian itu dikarenakan bayi lahir dalam keadaan prematur di rumah bersalin 'Mariana Munte'.
Disebabkan peralatan di sana tidak memadai, akhirnya bayi dirujuk menuju RS. Graha Hermine Batam.
"Saturasi 90 persen, dan memang bayi prematur tidak boleh lama di luar. Namun karena keterbatasan inkubator, kami segera menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat," terangnya.
Sebelumnya, seorang kepala keluarga di Batam, Rimansyah harus alami kekecewaan setelah anak ketiganya meregang nyawa, Jumat (26/7/2019) lalu.
Warga Perumahan Citra Indomas 2 Blok C2 Nomor 20, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam ini menyebut rasa kecewanya diakibatkan pelayanan rumah sakit tempat bayinya dirujuk kurang maksimal.
"Bayi saya lahir prematur. Setelah itu mendapat rujukan ke RS. Graha Hermine, namun ditolak karena saya tidak dapat membayar uang sebesar Rp 15 juta," terangnya saat Tribun menghubungi, Rabu (31/7/2019) malam.
Lahir dalam kondisi prematur, anak ketiga Rimansyah ini mulanya ditangani oleh Rumah Bersalin 'Mariana Munte', Kamis (25/7/2019) lalu.
Namun, berhubung peralatan medis di rumah bersalin itu kurang memadai, bayi bernama Azura Hafidzah ini dirujuk menuju RS. Graha Hermine Batam.
Alih-alih mendapatkan penanganan awal, pihak rumah sakit langsung menolak Azura setelah Rimansyah mengaku tidak sanggup membayar Down Payment (DP) sebesar Rp 15 juta.
"Mana ada saya uang sebanyak itu? Sementara bayi saya sangat membutuhkan perawatan," ucapnya lagi.
Akibat penolakan ini, Rimansyah dengan dibantu beberapa bidan langsung membawa Azura menuju RSUD Embung Fatimah Batam.
Setibanya di rumah sakit, Azura langsung mendapatkan perawatan di ruang perinatologi.
Sehari setelah itu, rasa duka pun menyelimuti Rimansyah serta keluarga besar.
"Besoknya dia (Azura) meninggal," ucap Rimansyah penuh penyesalan. (tribunbatam.id/dipanusantara)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/image-2019-08-13-at-195639.jpg)