Jumat, 5 Juni 2026

Tokoh Masyarakat Kecam RS Graha Hermine Batam, Soal Disebut Tolak Pasien

RS Graha Hermine Kota Batam kembali bermasalah, kali ini komplalin kembali dilayangkan masyarakat kepadanya.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
tribunbatam.id/Dipa Nusantara
Ketua Perkumpulan Anak Medan Milenial (PAMM) Kota Batam, Aksa Halatu, menyayangkan sikap RS. Graha Hermine Batam atas tindakan menolak pasien beberapa waktu lalu. Ia juga meminta Ombudsman Kepri untuk segera menindaklanjuti laporan orangtua bayi, Rimansyah. 

Bahkan, ia mengakui, bayi perempuan itu sempat menjalani perawatan di unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) milik RS. Graha Hermine Batam.

"Sempat kami tangani, cuma saat itu memang incubator kami penuh," terangnya, Kamis (1/8/2019) pagi.

Bahkan Fajri membantah jika pihaknya disebutkan meminta Down Payment (DP) sebesar Rp 15 juta terhadap orangtua pasien, Rimansyah.

Menurutnya, RS. Graha Hermine Batam tidak pernah melakukan hal demikian, apalagi sampai mengharuskan pasien untuk segera membayarnya.

 "Atas nama kemanusiaan, kami siap membantu. Bahkan kami telah menyarankan orangtua pasien untuk mendaftarkan bayinya dengan BPJS, namun dia (Rimansyah) menyebutkan itu menunggak (BPJS)," tambahnya.

Fajri menjelaskan, mulanya kejadian itu dikarenakan bayi lahir dalam keadaan prematur di rumah bersalin 'Mariana Munte'.

Disebabkan peralatan di sana tidak memadai, akhirnya bayi dirujuk menuju RS. Graha Hermine Batam.

Fajri pun mengakui, saat pertama kali dibawa ke rumah sakit tempatnya, kondisi bayi saat itu sangat stabil.

"Saturasi 90 persen, dan memang bayi prematur tidak boleh lama di luar. Namun karena keterbatasan inkubator, kami segera menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat," terangnya.

Sebelumnya, seorang kepala keluarga di Batam, Rimansyah harus alami kekecewaan setelah anak ketiganya meregang nyawa, Jumat (26/7/2019) lalu.

Warga Perumahan Citra Indomas 2 Blok C2 Nomor 20, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam ini menyebut rasa kecewanya diakibatkan pelayanan rumah sakit tempat bayinya dirujuk kurang maksimal.

"Bayi saya lahir prematur. Setelah itu mendapat rujukan ke RS. Graha Hermine, namun ditolak karena saya tidak dapat membayar uang sebesar Rp 15 juta," terangnya saat Tribun menghubungi, Rabu (31/7/2019) malam.

Lahir dalam kondisi prematur, anak ketiga Rimansyah ini mulanya ditangani oleh Rumah Bersalin 'Mariana Munte', Kamis (25/7/2019) lalu.

Namun, berhubung peralatan medis di rumah bersalin itu kurang memadai, bayi bernama Azura Hafidzah ini dirujuk menuju RS. Graha Hermine Batam.

Alih-alih mendapatkan penanganan awal, pihak rumah sakit langsung menolak Azura setelah Rimansyah mengaku tidak sanggup membayar Down Payment (DP) sebesar Rp 15 juta.

"Mana ada saya uang sebanyak itu? Sementara bayi saya sangat membutuhkan perawatan," ucapnya lagi.

Akibat penolakan ini, Rimansyah dengan dibantu beberapa bidan langsung membawa Azura menuju RSUD Embung Fatimah Batam.

Setibanya di rumah sakit, Azura langsung mendapatkan perawatan di ruang perinatologi.

Sehari setelah itu, rasa duka pun menyelimuti Rimansyah serta keluarga besar.

"Besoknya dia (Azura) meninggal," ucap Rimansyah penuh penyesalan. (tribunbatam.id/dipanusantara)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved