Kapal Pembawa BBM Tak Berlayar dari Natuna Karena Cuaca Buruk, Warga Anambas Mulai Timbun BBM

Warga Anambas mulai timbun BBM di rumah. Ulah ini dilakukan setelah kapal pembawa BBM tidak diizinkan berlayar dari Natuna karena cuaca buruk.

Kapal Pembawa BBM Tak Berlayar dari Natuna Karena Cuaca Buruk, Warga Anambas Mulai Timbun BBM
KOMPAS.com/DOK BNPP NATUNA
Kapal Kargo Kamarul Huda GT 7 yang memuat BBM di pelabuhan Selat Lampa Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) terbakar, Selasa (23/10/2018) siang tadi. 
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Sulitnya mencari Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi ‎Kepulauan Riau (Kepri) menimbulkan persoalan baru.
Warga yang sejak awal mengetahui kalau minyak bakal habis justru menyimpan bensin itu di dalam rumahnya.
Yang menjadi persoalan ketika lokasi rumah warga berdekatan dengan mayoritas rumah yang berbahan kayu. 
Potensi terjadinya kebakaran sewaktu-waktu dapat mengintai masyarakat yang hidup dengan pola seperti ini.
Sulitnya mencari bensin di Tarempa sudah dirasakan warga sekitar 2 pekan terakhir.
Kapal pengangkut BBM dari Natuna diketahui belum diizinkan berangkat oleh otoritas pelabuhan.
Cuaca laut yang belum kondusif disebut menjadi penyebabnya. 
Penangkapan kapal kayu bermuatan 8.000 BBM ilegal jenis solar
Penangkapan kapal kayu bermuatan 8.000 BBM ilegal jenis solar (ANTARA)
"Entah siapa yang disalahkan kalau seperti ini.
Warga dapat informasi misalnya dari pengecer kalau minyak mau putus (habis).
Otomatis dia beli.
Nah, dia cerita lagi ke kawannya seperti itu juga.
Sehingga terjadi kepanikan.
Warga membeli dan menyimpan minyaknya.
Nah, yang menyimpan ini perlu diwaspadai," ujar seorang warga Tarempa, Rahmat saat ditemui di Jalan Jendral Ahmad Yani, Desa Tarempa Barat, Rabu (14/8/2019). 
Menurut Rahmat, perlu adanya perhatian serius soal penyimpanan BBM di rumah warga ini dan jangan dianggap remeh.
Posisi banyak rumah warga berada di gang sehingga cukup menyulitkan masuknya armada pemadam kebakaran ketika terjadi ‎hal yang tidak diinginkan itu.
Hal Ini belum ditambah lagi dengan ketersediaan air yang kurang.
Potensi terjadinya kebakaran ini sebelumnya disampaikan Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kepulauan Anambas, Agus Supratman.
 
Dia mengimbau warga agar menyimpan BBM atau cairan yang mudah terbakar di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan api. 
Penyediaan racun api pada rumah padat penduduk menjadi hal penting lainnya.
Tujuannya adalah agar api dapat diminimalisir serta tidak menjalar ke wilayah yang lebih jauh.
"Sebaiknya memang tidak usah disimpan di dalam rumah.
Karena potensinya cukup besar.
Kami mengimbau demikian," ujar Agus(TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved